Olympic.or.id – Setelah dengan gegabah “mengubur” lini legendarisnya selama setahun, Dell akhirnya menyerah dan mengakui kesalahan strateginya yang fatal. Yang lebih dramatis, perusahaan teknologi raksasa itu kini resmi menghidupkan kembali laptop premium andalannya, XPS. Hebatnya, pengumuman comeback penuh penyesalan ini sengaja dijadikan tontonan utama di ajang CES 2026 di Las Vegas, Amerika Serikat.
Di panggung CES, Chief Operating Officer Dell, Jeff Clarke, secara blak-blakan menyebut keputusan Dell menghapus nama XPS (Extreme Performance Systems) tahun lalu sebagai sebuah langkah yang keliru. Bahkan, untuk menegaskan keseriusannya, Clarke tak segan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka di hadapan publik. Dengan nada introspeksi, ia mengakui, “Sangat jelas, kami perlu berubah.” Jelas sekali, strategi rebranding kontroversial Dell pada CES tahun lalu justru berakhir membingungkan pasar dan konsumen setianya.
Sebagai pengingat, pada CES 2025 Dell pernah membuat kejutan yang malah menjadi blunder. Waktu itu, dengan berani mereka menghapus seluruh merek laptop legendarisnya, termasuk XPS, Inspiron, dan Latitude. Alih-alih mempertahankan ikon, Dell justru menggantinya dengan skema penamaan baru yang meniru gaya Apple, seperti Dell, Dell Pro, Dell Premium, hingga Dell Pro Max. Sayangnya, alih-alih menyederhanakan, pendekatan copycat ini justru menuai badai kritik karena malah membuat konsumen kesulitan membedakan posisi dan kelas setiap produk.
Pengakuan Pahit dan Perubahan Haluan 180 Derajat
Kini, di CES 2026, Dell terpaksa memutar haluan 180 derajat. Yang paling ditunggu, XPS akhirnya mereka posisikan kembali sebagai merek “premium consumer” andalan. Untuk membuktikan keseriusannya, Dell langsung meluncurkan dua model baru yang sudah dinanti-nantikan: XPS 14 dan XPS 16. Meski demikian, perlu kamu catat bahwa Dell tidak serta merta menghidupkan semua merek lawas. Contohnya, Inspiron dan Latitude akan tetap dilebur ke dalam lini Dell dan Dell Pro. Menurut Clarke, lini Dell Pro dinilai masih “diterima dengan baik” di pasar korporat, sehingga tidak akan mereka utak-atik lagi.
Spesifikasi Dell XPS 14 & 16

Lalu, apa saja kehebatan spesifikasi Dell XPS 14 dan XPS 16 yang baru ini? Tenang saja, Dell tetap membekali XPS dengan spesifikasi kelas atas. Kedua laptop ini ditenagai prosesor Intel Core Ultra X7 atau X9 terbaru, dengan opsi RAM mulai dari 16 GB hingga 64 GB, serta penyimpanan SSD 512 GB sampai 4 TB yang supercepat. Untuk masalah layar, pengguna dapat memilih antara panel 2.8K Tandem OLED touchscreen yang memukau atau layar IPS 1920 x 1200 non-touch yang diklaim menawarkan daya tahan baterai lebih lama, bahkan hingga 27 jam untuk streaming video.
Namun, comeback XPS ini tidak hanya sekadar soal mengembalikan nama saja, tetapi juga merevisi filosofi desain yang sebelumnya salah. Kini, identitas XPS mereka tegaskan secara visual dengan mencetak kembali logo ‘XPS’ yang ikonis di bagian tutup laptop. Yang menarik, logo Dell justru tidak akan kamu temukan di bagian tersebut. Perubahan desain paling ditunggu adalah kembalinya tombol fungsi fisik! Akhirnya, Dell menghapus deretan tombol sentuh kapasitif bercahaya yang sebelumnya banyak dikritik habis-habisan karena tidak ergonomis dan sulit digunakan. Keputusan ini jelas mengingatkan kita pada langkah Apple yang lebih dulu menyingkirkan Touch Bar di MacBook Pro.
Tidak berhenti di situ, Dell juga memperbaiki desain touchpad yang sering dikeluhkan. Sekarang, terdapat indikator visual berupa garis halus yang dengan jelas menandai area touchpad. Dengan demikian, pengguna tidak perlu lagi menebak-nebak batas sentuhannya, sebagaimana dihimpun dari CNN dan Engadget, Kamis (8/1/2026).
Harga Fantastis: Apakah Cinta Lama Layak Diperjuangkan?
Pertanyaan besarnya sekarang: berapa harga yang harus dibayar untuk laptop “bangkit dari kubur” ini? Di pasaran AS, harga XPS 14 mereka patok mulai dari 2.050 dollar AS (sekitar Rp 34,4 juta). Sementara itu, harga XPS 16 akan mulai dari 2.200 dollar AS (sekitar Rp 36,9 juta). Angka ini tergolong sangat tinggi, bahkan untuk segmen premium sekalipun. Sebagai perbandingan yang mengejutkan, MacBook Pro 14 inci terbaru Apple hanya dibanderol mulai 1.599 dollar AS (setara Rp 26,8 juta). Bahkan, MacBook Air bisa kamu dapatkan mulai dari 999 dollar AS atau kira-kira Rp 16,7 juta.
Jadi, apakah keputusan Dell ini tepat? Hanya waktu yang bisa membuktikan apakah pengakuan salah dan perubahan haluan ini akan diterima pasar. Namun satu hal yang pasti, Dell telah memberikan pelajaran berharga: jangan pernah gegabah meninggalkan warisan yang sudah dibangun puluhan tahun. Bagaimana pendapatmu? Apakah harga fantastis XPS yang baru ini akan sepadan dengan penyesalan dan perbaikan yang dilakukan Dell? Atau justru menjadi langkah strategis berikutnya yang akan kembali menuai kritik? Semuanya kembali ke tangan konsumen yang akan memutuskan dengan uang mereka.
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id










