Jakarta, Olympic.or.id – Google kembali harus mengeluarkan dana besar akibat perkara privasi pengguna. Selama bertahun-tahun, perusahaan teknologi tersebut dituduh secara diam-diam mengumpulkan data dari ponsel pintar Android tanpa persetujuan penggunanya.
Rentetan tuduhan ini akhirnya berujung pada gugatan class action yang dikenal dengan nama Taylor v. Google LLC.
Meskipun tidak secara gamblang mengakui kesalahannya, Google telah mencapai kesepakatan awal pada Januari lalu dan menyetujui pembayaran ganti rugi sebesar 135 juta dolar AS atau setara dengan sekitar Rp 2,3 triliun.
Kesepakatan ini mengikuti gugatan serupa di California tahun lalu yang berakhir dengan denda sebesar 314 juta dolar AS. Kini, keputusan hukum terbaru ini berpotensi memberikan kompensasi kepada sekitar 100 juta orang pengguna Android.
Perombakan Sistem Privasi oleh Google
Sebagai bagian dari kesepakatan hukum ini, pihak pengadilan mewajibkan Google melakukan sejumlah perombakan pada sistem privasi dan transparansinya, sebagai berikut:
- Pertama, Google diwajibkan memperjelas klausul yang menyatakan bahwa transfer data tertentu memang terjadi secara pasif meskipun pengguna sedang tidak menggunakan perangkat Android mereka.
- Kedua, Google harus jujur mengakui bahwa perangkat mungkin akan menggunakan data seluler pengguna ketika tidak terhubung ke jaringan Wi-Fi.
- Ketiga, meskipun transfer data pasif ini tidak selalu bisa dimatikan, pengguna kini akan dimintai persetujuannya saat pertama kali mengatur perangkat baru mereka.
- Keempat, Google berjanji akan sepenuhnya menghentikan pengumpulan data apabila pengguna mematikan opsi “izinkan penggunaan data latar belakang” (allow background data usage).
Kriteria Penerima Ganti Rugi
Sayangnya, kompensasi ini tidak berlaku secara global. Untuk dapat bergabung dan menerima dana ganti rugi dari penyelesaian Taylor v. Google LLC, pengguna harus memenuhi empat syarat utama berikut, seperti dikutip dari CBS.
- Merupakan individu yang masih hidup dan berada di Amerika Serikat.
- Pernah menggunakan perangkat seluler Android yang memiliki paket data seluler.
- Menggunakan perangkat tersebut kapan saja dalam rentang waktu 12 November 2017 hingga tanggal persetujuan akhir penyelesaian gugatan ini disahkan.
- Bukan merupakan anggota kelompok (class member) dalam gugatan Csupo v. Google LLC, yaitu gugatan serupa yang dikhususkan bagi penduduk negara bagian California.
Nominal Kompensasi yang Diterima
Saat ini, pihak pengadilan belum menetapkan secara pasti nominal yang akan diterima oleh masing-masing pengguna. Namun demikian, pengadilan telah menetapkan batas maksimal kompensasi sebesar 100 dolar AS atau sekitar Rp 1,6 juta per orang.
Dana sebesar 135 juta dolar AS tersebut nantinya akan dipotong terlebih dahulu untuk biaya administrasi, pajak, dan biaya pengacara. Setelah melalui proses pemotongan, sisa dana barulah akan dibagikan dalam jumlah yang setara kepada setiap pengguna yang memenuhi syarat.
Baca Juga: Tim Cook Pamit dari Jabatan CEO Apple per September 2026
Apabila masih terdapat sisa dana setelah pembayaran pertama dan kondisi ekonomi memungkinkan, administrator akan mendistribusikannya kembali kepada anggota yang sudah berhasil dibayar. Namun, jika dinilai tidak layak secara ekonomi, sisa dana tersebut akan disumbangkan ke organisasi yang telah disetujui oleh pengadilan.
Prosedur Pendaftaran dan Jadwal Sidang
Situs web resmi untuk penyelesaian gugatan ini telah ditayangkan dan dapat diakses oleh publik. Pengguna di Amerika Serikat yang memenuhi syarat diimbau untuk segera memilih metode pembayaran preferensi mereka di situs tersebut.
Sidang persetujuan akhir dijadwalkan akan digelar pada 23 Juni 2026. Dalam sidang tersebut, pengadilan akan mendengarkan berbagai keberatan dan menimbang apakah penyelesaian dari Google ini sudah dinilai adil, sebelum akhirnya mengetuk palu persetujuan. Apabila disetujui dan seluruh proses banding selesai, barulah dana akan dicairkan.
Bagi pihak yang ingin mengecualikan diri (opt-out) dari gugatan atau ingin menulis surat keberatan kepada pengadilan, tenggat waktu yang diberikan hanya sampai 29 Mei 2026.
Sebagai catatan penting, apabila pengguna yang memenuhi syarat memilih untuk tidak melakukan tindakan apa pun (do nothing), sistem secara teknis tetap akan menerbitkan pembayaran penyelesaian untuk mereka. Akan tetapi, besar kemungkinan mereka tidak akan pernah menerima uang tersebut jika tidak mendaftarkan metode pembayarannya.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.









