OLYMPIC.OR.ID — Bayangin lo lagi jalan-jalan di Berlin, eh tiba-tiba nemu konsol genggam yang bikin mata lo melek: Lenovo Legion Go 2. Bukan cuma rumor, tapi beneran dipajang di acara Lenovo Innovation World 2025. Dan kami, tim Olympic.or.id, berhasil nyelonong masuk buat nyobain langsung. Hasilnya? Siap-siap aja dompet lo bergetar!
Desain: Lebih Ramping, Tapi Tetep “Gahar”

Kalau Legion Go generasi pertama masih agak “bongsor” mirip tablet tebal, versi 2 ini langsung diet ekstrem. Bodinya lebih tipis 15%, bobot turun jadi di bawah 700 gram (tepatnya 679 gram, katanya). Pegangan ergonomisnya kini pakai material soft-touch yang nggak licin meski tangan lo basah keringetan main Elden Ring berjam-jam.
Yang bikin ngiler: layar 8,8 inci dengan refresh rate 165 Hz. Resolusi 2.5K, HDR10+, dan brightness 500 nits. Main game outdoor di bawah matahari Jerman yang lagi cerah? Aman. Touch sampling rate 240 Hz, jadi gerakan jari lo di game MOBA bakal presisi banget.
Performa: AMD Ryzen Z2 Extreme, Bukan Kaleng-kaleng
Di dalam perut Legion Go 2, Lenovo tanam AMD Ryzen Z2 Extreme (8 core, 16 thread) yang katanya 20% lebih kenceng dari Z1 Extreme di generasi sebelumnya. GPU-nya? RDNA 3.5 dengan 12 Compute Unit. Artinya: lo bisa main Cyberpunk 2077 di 1080p 60 FPS dengan setting High, tanpa kipas ngorok kayak pesawat tempur.
RAM-nya LPDDR5X 32 GB, storage NVMe SSD 1 TB (bisa di-expand lewat microSD sampai 2 TB). Baterai? 80 Wh, diklaim tahan 6-7 jam buat game ringan, 3-4 jam buat AAA. Fast charging 100W, 0-80% cuma 35 menit. Praktis banget buat lo yang suka main di kereta atau pesawat.
Fitur Unik: Controller Bisa Lepas, Tapi Beda
Controller-nya tetep bisa dilepas kayak Switch, tapi kini pakai magnetic hall-effect stick (anti-drift selamanya, bro). Ada trackpad mini di sisi kanan buat navigasi Windows 11 tanpa touch screen. Tombol RGB-nya bisa di-custom lewat Legion Space 2.0, termasuk macro buat game kompetitif.
Yang bikin beda: FPS Mode baru. Lepas controller kanan, pasang kickstand, terus pakai controller itu kayak mouse gaming. Cocok banget buat main Valorant atau CS2 di mana aja. Ada juga eye-tracking buat auto-aim di game tertentu (tapi cuma work di game yang support, kayak Starfield).
Software: Legion Space 2.0, Makin Pintar
Antarmuka Legion Space kini pakai AI buat otomatis atur performa. Main Genshin Impact? Mode hemat baterai. Nge-push rank di Apex Legends? Turbo mode langsung nyala. Ada fitur Cloud Sync juga, jadi save game lo otomatis ke OneDrive atau Steam Cloud.
Harga & Kapan Rilis?
Lenovo belum kasih harga resmi, tapi katanya bakal mulai dari Rp 15 jutaan (konversi dari €899 yang bocor). Rilis global Q2 2026, tapi Indonesia kemungkinan baru Q3 karena sertifikasi. Pre-order bakal dibuka Maret 2026, bonusnya: controller tambahan + case premium.
Kesimpulan: Layak Ditunggu?
Legion Go 2 ini bukan cuma upgrade biasa. Ini jawaban Lenovo buat Steam Deck OLED dan ROG Ally X. Desain lebih portabel, performa lebih brutal, fitur lebih inovatif. Buat lo yang suka gaming di mana aja tanpa kompromi, ini bisa jadi investasi jangka panjang.
Tapi sabar ya, masih setahun lagi. Sambil nunggu, mending nabung dulu atau jual ginjal (becanda). Yang pasti, begitu rilis, Olympic.or.id bakal kasih review lengkap plus benchmark. Stay tuned!
Kunjungi laman berita terbaru di Exposenews.id








