Sunday, October 18, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
olympic.or.id
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Login
No Result
View All Result
olympic.or.id
Home Teknologi

Lewat Biohub, Mark Zuckerburg dan Istri Hadirkan Teknologi AI Perancang Protein

felixhendy555@gmail.com by [email protected]
June 1, 2026
in Teknologi
0
Roket New Glenn Blue Origin Meledak saat Uji Coba, Misi Pangkalan Bulan NASA Bisa Tertunda
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Olympic.or.id – Siapa sangka, di balik kesibukan Mark Zuckerberg mengelola raksasa media sosial Meta, ia dan sang istri, Priscilla Chan, diam-diam menyiapkan gebrakan besar di dunia kesehatan. Melalui lembaga riset nirlaba bernama Biohub, pasangan dermawan ini baru saja meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) generasi terbaru pada Rabu (27/5/2026). Namun, jangan bayangkan AI ini seperti biasanya! Fokus utama teknologi ini bukanlah media sosial atau game, melainkan sesuatu yang jauh lebih fundamental, yaitu biologi protein. Dengan peluncuran ini, Meta secara tidak langsung membuktikan bahwa masa depan penemuan obat kini bergeser ke ranah digital.

Table of Contents

Toggle
  • AI Ini Bukan Sekadar Chatbot, Tapi “World Model” yang Belajar Sendiri!
    • Solusi Operasional Tanpa Henti, DJI Dock 4 Punya Fitur Ganti Baterai Kilat
    • Unik dan Modular, CMF Hadirkan Speaker Bluetooth Bergaya Kotak Susu dengan Tampilan Bongkar-Pasang
  • Teknologi Open-Source: Rahasia Sukses yang Dibagikan Gratis ke Seluruh Dunia!
  • Akses Mudah dan Gratis Kredit Komputasi: Strategi Gila Biohub untuk Mengubah Dunia Kesehatan!

AI Ini Bukan Sekadar Chatbot, Tapi “World Model” yang Belajar Sendiri!

Lantas, apa sebenarnya yang mampu dilakukan oleh model AI revolusioner ini? Tujuan utamanya sangat mulia, yaitu untuk mempercepat proses penemuan obat yang selama ini dikenal sangat lambat dan mahal. Secara lebih spesifik, AI canggih ini dirancang untuk membantu para ilmuwan dalam memahami perilaku protein di dalam tubuh manusia. Tidak berhenti di situ, teknologi ini bahkan memungkinkan peneliti untuk merancang protein baru dari awal. Bayangkan, protein-protein buatan ini nantinya berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi terapi bagi berbagai penyakit yang selama ini sulit disembuhkan. Dengan kata lain, AI ini seperti memberikan peta harta karun sekaligus kunci untuk membuka pintu pengobatan masa depan.

Related posts

Solusi Operasional Tanpa Henti, DJI Dock 4 Punya Fitur Ganti Baterai Kilat

Solusi Operasional Tanpa Henti, DJI Dock 4 Punya Fitur Ganti Baterai Kilat

October 18, 2026
Unik dan Modular, CMF Hadirkan Speaker Bluetooth Bergaya Kotak Susu dengan Tampilan Bongkar-Pasang

Unik dan Modular, CMF Hadirkan Speaker Bluetooth Bergaya Kotak Susu dengan Tampilan Bongkar-Pasang

October 17, 2026

Menurut penjelasan resmi dari Biohub, model AI yang mereka ciptakan termasuk dalam kategori “world model”. Apa maksudnya? Secara sederhana, world model adalah jenis AI yang tidak sekadar mengenali pola atau mengklasifikasikan gambar. Lebih dari itu, AI ini belajar secara mendalam tentang cara kerja suatu sistem dari awal hingga akhir. Setelah paham betul sistem tersebut, AI kemudian bisa memprediksi apa yang akan terjadi jika sistem itu diberi perubahan tertentu atau ditempatkan dalam kondisi yang berbeda. Dalam konteks proyek ambisius ini, sistem yang menjadi objek pembelajaran adalah protein. Karena protein merupakan molekul yang sangat dinamis dan kompleks, pendekatan world model ini dinilai sebagai terobosan yang tepat.

Perlu Anda ketahui, protein bukanlah molekul sembarangan. Molekul ini memegang peran krusial dalam hampir seluruh fungsi kehidupan tubuh manusia. Mulai dari membangun struktur jaringan otot, membentuk organ vital, hingga membantu proses produksi energi di dalam sel, semuanya tidak lepas dari kerja protein. Bahkan, reaksi kimia dalam tubuh dan sistem kekebalan terhadap penyakit juga sangat bergantung pada molekul serbaguna ini. Sayangnya, selama bertahun-tahun, upaya untuk menciptakan protein baru yang aman, stabil secara struktur, dan efektif dalam bekerja di lingkungan tubuh yang rumit selalu menjadi tantangan besar. Prosesnya begitu rumit dan memakan waktu bertahun-tahun, bahkan seringkali berakhir dengan kegagalan.

Karena realitas pahit itulah, kehadiran model AI dari Biohub ini disambut dengan antusiasme luar biasa oleh komunitas ilmiah. Biohub sendiri menaruh harapan besar bahwa teknologi ini mampu menjadi katalisator riset farmasi. Mereka ingin para peneliti di seluruh dunia dapat menemukan kandidat obat baru dengan cara yang jauh lebih cepat dan efisien dibandingkan metode konvensional. Dengan kata lain, waktu yang biasanya dihabiskan untuk trial-and-error di laboratorium bisa dipangkas secara drastis. Sehingga, obat-obatan untuk penyakit mematikan dapat segera hadir dan menyelamatkan lebih banyak nyawa.

Teknologi Open-Source: Rahasia Sukses yang Dibagikan Gratis ke Seluruh Dunia!

Lantas, apa yang membuat model AI ini begitu istimewa dibandingkan model biologi komputasi sebelumnya? Rahasianya terletak pada fondasi teknologi yang digunakannya. Biohub mengonfirmasi bahwa AI mutakhir ini dibangun menggunakan teknologi Evolutionary Scale Modeling (ESM) generasi keempat. Sistem ini tidak bekerja secara membabi buta. Sebaliknya, AI ini mempelajari jutaan urutan protein hasil evolusi alamiah selama miliaran tahun. Dengan mempelajari data evolusi sebesar itu, sistem dapat memahami pola biologi protein yang paling fundamental sekaligus memprediksi perilakunya dalam berbagai situasi. Hasilnya, AI ini seperti memiliki “naluri biologis” yang membuat prediksinya sangat akurat.

Yang lebih menarik lagi, Biohub menyebutkan bahwa model AI ini bukanlah sebuah rahasia dagang yang tertutup. Sebalikannya, Biohub justru merilisnya sebagai kumpulan model open-source. Artinya, para ilmuwan dari berbagai belahan dunia bisa mengakses, menguji, bahkan mengembangkan sendiri model ini sesuai kebutuhan riset mereka. Desain open-source ini sengaja dipilih untuk membantu ilmuwan dalam dua tugas besar sekaligus: memahami seluk-beluk protein alami sekaligus mendesain protein terapeutik baru. Dengan cara ini, Biohub berharap terjadi percepatan inovasi secara kolektif.

Pernyataan mengejutkan pun datang langsung dari Priscilla Chan. Dengan nada percaya diri tinggi, ia sesumbar bahwa model AI andalannya itu telah melalui serangkaian uji coba serius pada kasus penyakit imun dan kanker. Dan kabar baiknya, hasil yang diperoleh sangat menjanjikan! “Kami telah memverifikasi kemampuan model ini secara ketat dan memvalidasi banyak prediksinya pada kasus penyakit imun maupun kanker. Hasilnya sungguh sangat menjanjikan,” ujar Priscilla Chan dalam wawancara eksklusif dengan Reuters. Validasi di dunia medis tentu bukan perkara mudah, sehingga pernyataan ini menjadi bukti nyata bahwa AI ini bukan sekadar gimmick teknologi.

Lebih lanjut, istri dari bos Meta ini mengungkapkan harapan besarnya. Ia berharap model revolusioner tersebut nantinya bisa diadopsi secara lebih luas oleh para peneliti di berbagai institusi. Bukan hanya oleh raksasa farmasi, tetapi juga oleh laboratorium universitas dan lembaga riset kecil. Tujuannya jelas, yaitu untuk membantu menyelesaikan berbagai masalah kompleks yang selama ini menghambat penemuan obat di laboratorium. Priscilla membayangkan AI ini seperti asisten peneliti super cerdas yang bekerja 24 jam non-stop.

Bukti nyata dari kemampuan AI ini pun sudah mulai terlihat. Saat ini, para peneliti yang tergabung dalam jaringan Biohub telah menggunakan model AI tersebut untuk menciptakan protein binder baru. Protein binder adalah molekul kecil yang dirancang khusus untuk menempel pada target penyakit. Target mereka saat ini adalah sel-sel kanker dan sel-sel penyebab penyakit imun. Yang paling mencengangkan adalah hasil uji laboratorium awal. Protein-protein buatan AI ini diklaim mampu mengaktifkan kembali sel imun yang sebelumnya tidak responsif. Ini adalah terobosan besar, terutama untuk terapi imunoterapi kanker yang selama ini menjadi andalan.

Akses Mudah dan Gratis Kredit Komputasi: Strategi Gila Biohub untuk Mengubah Dunia Kesehatan!

Menurut Kepala Sains Biohub, Alex Rives, akses terhadap model AI ini akan dibuat semudah mungkin. Biohub tidak ingin teknologi ini hanya mengendap di server internal mereka. Sebaliknya, model AI ini nantinya akan tersedia di berbagai platform analisis biologis populer dan tentunya dapat diakses langsung melalui situs resmi biohub.ai. Rives menekankan bahwa transparansi dan aksesibilitas adalah kunci misi mereka.

Selain akses gratis, Biohub juga menunjukkan keseriusannya dengan menyediakan kredit komputasi bagi para peneliti. Biaya komputasi untuk menjalankan model AI sekelas ini biasanya sangat mahal. Namun, Biohub akan memberikan subsidi agar para ilmuwan tetap bisa menjalankan model AI tersebut di server perusahaan tanpa pusing memikirkan biaya. Ini adalah langkah cerdas untuk memastikan adopsi teknologi terjadi secara massal.

Selain melalui situs sendiri, model AI ini juga akan hadir di platform raksasa seperti AWS Bio Discovery dan SandboxAQ. Kehadiran di platform sekelas Amazon Web Services memastikan bahwa stabilitas dan skalabilitas penggunaan AI ini terjamin. Para peneliti dari institusi mana pun dapat mengintegrasikannya ke dalam alur kerja mereka dengan mudah.

Sebagai informasi latar yang menarik, Chan Zuckerberg Initiative (CZI) didirikan pada tahun 2015. CZI kemudian menyatukan seluruh program riset biomedisnya di bawah bendera Biohub pada November 2025. Salah satu langkah strategisnya adalah mengakuisisi startup AI-biology bernama EvolutionaryScale. Akuisisi ini terbukti menjadi fondasi yang tepat untuk melahirkan model AI terkini.

Terakhir, soal komitmen filantropi, pasangan Zuckerberg dan Chan tidak main-main. Sejak tahun 2015, mereka telah menggelontorkan lebih dari 7 miliar dollar AS (sekitar Rp 125 triliun) untuk berbagai kegiatan filantropi. Jumlah ini sangat fantastis. Keduanya juga berkomitmen untuk menyumbangkan 99 persen saham Meta milik mereka sepanjang hidup mereka. Sebagian besar dana filantropi raksasa ini akan disalurkan melalui Biohub, sebagaimana dihimpun dari laporan Reuters. Dunia pun kini menanti apakah AI ini benar-benar akan melahirkan obat-obat ajaib di masa depan.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tags: meta
Previous Post

Baterai Jadi Andalan Utama, Xiaomi Luncurkan Smart Band 10 Pro dan Watch S5 secara Global

Next Post

Dibanderol Rp 135 Juta, G-Shock Frogman MRG-BF1000EB Jadi yang Termahal dari Casio

Next Post
Roket New Glenn Blue Origin Meledak saat Uji Coba, Misi Pangkalan Bulan NASA Bisa Tertunda

Dibanderol Rp 135 Juta, G-Shock Frogman MRG-BF1000EB Jadi yang Termahal dari Casio

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RECOMMENDED NEWS

Di Tengah Ketegangan Iran-UEA, Pusat Data AWS Terbakar Usai “Dihantam” Objek

Pengguna Berhasil Akses Ribuan Perangkat DJI Romo Lewat Celah Token Keamanan

8 months ago
Steam Catat Pendapatan Rp180 Triliun di Paruh Pertama 2026, Hampir Samai Rekor Tahunan 2021

OPPO Enco Air5 dan Air5s Resmi Tersedia di Indonesia, TWS ANC dengan Harga Kompetitif

3 months ago
One UI 8 Bikin Galaxy Kamu Makin Gila-Gilaan Seru!

One UI 8 Bikin Galaxy Kamu Makin Gila-Gilaan Seru!

1 year ago
Komdigi Mulai Verifikasi 14 Layanan Apple, Termasuk iMessage dan Safari”

Komdigi Mulai Verifikasi 14 Layanan Apple, Termasuk iMessage dan Safari”

4 months ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

Acer ai Aplikasi apple Asus chatgpt china Chip Elon musk gadget game gemini google hacker honor hp huawei instagram intel iphone Komdigi laptop lenovo meta Microsoft Motorola nubia nvidia openai oppo Realme robot rog samsung smartphone Smartwatch sony tablet Teknologi tiktok TWS vivo whatsapp xiaomi Youtube

Partner Kita

aatoto

Mposakti

MOTOSLOT

POPULAR NEWS

  • Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukungan Quick Share ke AirDrop Melebar, Tak Hanya untuk Perangkat Google Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Toko Online Paling Sering Diakses di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fitur ‘Teman Dekat’ Sedang Diuji di WhatsApp, Cara Baru Batasi Penonton Status

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Translate Halaman Web di Google Chrome PC, Begini Caranya!!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
slot777 Mengupas Rahasia RTP dan Volatilitas di Game PG Soft Dari Mahjong Ways sampai Wild Bandito Evolusi Mekanik Slot PG Soft Kenapa PG Soft sering Pakai Tema Asia Analisis Desain DAN Budaya Anatomi Slot PG Soft Simbol Payline dan Cara Membaca Paytable Fitur Buy FREE Spins Untung Risiko dan Matematika Di Baliknya PG Soft vs Pengembang Lain Kelebihan dan Kekurangan dari Sisi UIUX Mitos vs Fakta Pola Gacor Jam Hoki dan RNG di Game PG Soft Desain Audio Visual PG Soft Kenapa Game Mereka Terasa Lebih Hidup Tren Slot 2025 Pelajaran dari Rilis Terbaru PG Soft Dampak PG Soft bagi Industri Kreatif Digital dan Ekosistem Game Membaca Bahasa Visual PG Soft Warna Tipografi dan Ikon yang Jadi Identitas Psikologi Tombol Spin Rahasia UX PG Soft dalam Menjaga Rasa Penasaran Lebih dari Sekadar Slot Worldbuilding dan Narasi Karakter di Game PG Soft Strategi sekuel Dan Spin Off mengapa PG Soft rajin Merilis VERSI Baru Slot di Layar Kecil Optimasi Mobile dan Performa Teknis PG Soft Di Balik Layar Produksi Riset Prototyping dan Quality Control Game PG Soft Branding PG Soft Membangun Identitas di Tengah Persaingan Developer Slot Regulasi vs Kreativitas Bagaimana Aturan Tiap Negara Membentuk Desain PG Soft Ekosistem Fitur Scatter Multiplier dan Mekanik Bertingkat ala PG Soft Masa Depan PG Soft AI Personalisasi dan Inovasi Slot Generasi Berikutnya Mengenal PG Soft Dari Mahjong Ways hingga Fortune Tiger Apa yang Bikin Populer 10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran Mahjong Ways vs Wild Bandito Duel Slot PG Soft Paling Ikonik Di Balik layar PG Soft Rahasia Animasi HALUS Dan Fitur Bonusnya Daftar Game pg SOFT Bertema Asia Yang WAJIB Diketahui Penggemar Slot Fortune Tiger Lucky Neko Caishen Wins Deretan Slot PG Soft Bernuansa Keberuntungan Kenapa PG Soft Banyak Diminati 5 Alasan Dari GRAFIS Fitur Sampai Mekanisme Treasures of Aztec hingga Ganesha Fortune Jelajah Tema Budaya di Game PG Soft Panduan Santai Memahami Fitur Free Spin dan Multiplier di Game PG Soft PG Soft Paling Legendaris 7 Judul yang Punya tempat Di HATI Pemain PG Soft dan Seni Bikin Slot Nagih Rahasia di Balik Spin yang Susah Dihentikan Dari Layar HP ke Dunia Fantasi Kenapa Slot PG Soft Terasa Seperti Main Game Premium Membedah Pola Visual PG Soft Warna Simbol dan Efek yang Bikin Mata Betah Slot PG Soft untuk Pemula 8 Judul Ramah Dimainkan dengan Tampilan Friendly Ketika Tradisi Bertemu Teknologi Cara PG Soft Mengangkat Cerita Rakyat ke Slot Modern PG Soft vs Slot Klasik Apa yang Membuat Generasi Baru Lebih Pilih Slot 3D 7 Slot PG Soft dengan Sound Effect Paling Epik Bikin Suasana Makin Tegang Bukan Cuma Jackpot Daya Tarik Cerita dan Karakter di Game PG Soft PG Soft dan Tren Slot Mobile Judul Judul Ringan yang Cocok Dimainkan Santai Jejak Inovasi PG Soft Dari Mekanisme Sederhana ke Fitur Bonus Super Kompleks Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Mengintip Peluang Jackpot di Fortune Tiger Simbol Keberuntungan Mahjong Ways 2 jalan Ninja Menuju Jackpot 25000 Treasures of Aztec Berburu Jackpot di Reruntuhan Suku Maya Lucky Neko Jackpot Menggemaskan dari Kucing Keberuntungan Jepang Wild Bandito Jackpot 10000 dalam Balutan Aksi Koboi Meksiko Midas Fortune Sentuhan Emas yang Membuka Jackpot Progresif Ways of the Qilin Jackpot dari Mitologi Tiongkok Kuno Wild bounty showdown Jackpot 25000 di Dunia Barat Liar Ganesha Fortune Jackpot Berkah dari Dewa Ganesha Heist Stakes Merampok Jackpot di Balik Brankas Vegas Dragon Tiger Luck Tarung Duel Naga vs Macan Demi Jackpot 5000 Candy Village Ledakan Manis Jackpot di Negeri Permen Pinata Wins Pesta Pukul Pinata berhadiah Jackpot Melimpah Fortune Ox Keberuntungan Sapi Emas di Ladang Jackpot Phoenix Rises Bangkit dari Abu dan Raih Jackpot 20000 The Great Icescape petualangan Beku menuju Jackpot Di ANTARTIKA Diner Delights Santapan Lezat Jackpot di Restoran Retro Mystic Potion Ramuan Sihir Yang membuka Gerbang Jackpot Legend Of Perseus Misi Heroik memburu Jackpot Medusa Rise of Apollo Terbang ke Olympus dan Raih Jackpot 15000
olympics

Follow us on social media:

Recent News

  • Solusi Operasional Tanpa Henti, DJI Dock 4 Punya Fitur Ganti Baterai Kilat
  • XLSmart Gelontorkan Rp 20 Triliun Demi Pemerataan Akses Digital Luar Jawa
  • Samsung Health Bawa Inovasi Baru: Dari Rute Strava Hingga Grafik Sleep Balance

PARTNER KITA

AATOTO Link Alternatif aatoto login

Category

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

Recent News

Solusi Operasional Tanpa Henti, DJI Dock 4 Punya Fitur Ganti Baterai Kilat

Solusi Operasional Tanpa Henti, DJI Dock 4 Punya Fitur Ganti Baterai Kilat

October 18, 2026
XLSmart Gelontorkan Rp 20 Triliun Demi Pemerataan Akses Digital Luar Jawa

XLSmart Gelontorkan Rp 20 Triliun Demi Pemerataan Akses Digital Luar Jawa

October 18, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 Olympic.or.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi

© 2025 Olympic.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In