Olympic.or.id – Baru-baru ini, Microsoft bikin gebrakan yang bikin kaget banyak orang. Di tengah panasnya perang kecerdasan buatan (AI) yang bikin ongkos membumbung tinggi di seluruh dunia, raksasa teknologi ini nekat mengambil langkah drastis.

Bayangkan, perusahaan di balik sistem operasi Windows kesayangan kita itu secara resmi membuka program pensiun dini sukarela buat para karyawannya. Hebohnya, kebijakan efisiensi besar-besaran ini baru pertama kali terjadi sepanjang 51 tahun perjalanan bisnis Microsoft! Wajar kalau langkah ini langsung menyedot perhatian publik.
Akibat keputusan mengejutkan ini, saham Microsoft langsung ambruk. Menurut laporan, harganya terjun bebas lebih dari empat persen dalam perdagangan Kamis waktu Amerika Serikat. Jangan kira cuma Microsoft sendirian yang terkena imbas; aksi jual besar-besaran ini pun ikut menyeret turun harga saham perusahaan perangkat lunak lainnya. Seram, kan?
Syarat “Aturan 70”: Gabungkan Umur dan Masa Kerja, Duit Pesangon Menggoda!
Microsoft tidak asal tunjuk orang. Program pensiun dini ini secara spesifik mereka tujukan untuk karyawan yang berbasis di Amerika Serikat. Data internal perusahaan pada Juni 2025 mencatat, Microsoft mempekerjakan 125.000 orang di AS. Nah, dari jumlah sebesar itu, perusahaan menyasar sekitar tujuh persen atau kurang lebih 8.750 karyawan.
Lalu, bagaimana cara Microsoft menentukan siapa saja yang berhak? Mereka menggunakan formula unik yang diberi nama “Rule of 70” atau Aturan 70, seperti yang dihimpun dari Forbes. Aturannya sederhana: seorang karyawan bisa mengajukan pensiun dini jika hasil penjumlahan antara usia dan lama masa baktinya di perusahaan mencapai angka 70 atau lebih.
Penasaran siapa saja yang masuk? Tawaran ini berlaku untuk karyawan dengan jabatan Senior Director ke bawah. Namun, Microsoft mengecualikan mereka yang masih terikat dalam skema insentif penjualan. Jadi, buat para sales andalan, kalian belum bisa ikut serta, ya!
Bocoran Pesangon Super Mewah, Bikin Ngiler!
Microsoft memang baru akan membeberkan detail pasti pesangon kepada karyawan yang memenuhi syarat pada 7 Mei mendatang. Namun, jangan khawatir! Jika kita menengok standar pesangon Microsoft di masa lalu, para peserta program ini diprediksi bakal membawa pulang kompensasi yang benar-benar fantastis.
Sebagai gambaran, standar pesangon Microsoft biasanya mencakup gaji pokok selama 12 minggu. Tak berhenti di situ, perusahaan juga akan menambahkan ekstra dua minggu gaji untuk setiap tahun masa kerja karyawan. Coba bayangkan sendiri berapa banyak uang yang akan mengalir!
Untuk memberi gambaran lebih nyata, mari kita ingat kembali peristiwa badai PHK pada tahun 2023 lalu. Saat itu, CEO Satya Nadella dengan murah hati mencairkan saham karyawan lebih awal dan memberikan tunjangan asuransi kesehatan selama enam bulan. Menurut ilustrasi dari Forbes, seorang karyawan dengan masa bakti 20 tahun dan gaji tahunan 180.000 dolar AS (sekitar Rp 3 miliar) berpotensi membawa pulang pesangon utuh senilai gaji tahunannya. Wow!
Jumlah pesangon ini ternyata cukup bersaing dengan standar yang ditawarkan raksasa teknologi lainnya. Sebagai perbandingan, Meta pada tahun 2022 memberikan 16 minggu gaji pokok, sementara Google tahun lalu memberikan 14 minggu gaji pokok untuk program serupa.
Tak Cuma Pensil Dini, Microsoft Gencar Rekrut dan Jaga Bintang AI
Selain membuka opsi pensiun, Microsoft juga bergerak cepat merombak sistem penghargaan tahunan mereka. Perusahaan melakukan ini semata-mata untuk menjaga agar talenta terbaik mereka tidak dengan mudah dibajak oleh kompetitor.
Sekarang, Microsoft secara tegas memisahkan aturan pembagian saham dengan pemberian bonus uang tunai. Hasilnya, para manajer mendapatkan keleluasaan yang lebih besar untuk memberikan tambahan bonus saham kepada karyawan yang berprestasi. Bonus ini bisa diberikan tanpa terikat oleh aturan jadwal bonus tunai. Langkah cerdas ini diyakini sangat krusial untuk mempertahankan para tenaga ahli AI dari incaran kompetitor yang ganas.
Onkos AI Membengkak Drastis, Arus Kas Perlu Diamankan!
Jangan salah sangka! Langkah efisiensi berupa pensiun dini ini sejatinya adalah strategi jitu Microsoft untuk mengamankan arus kas perusahaan. Saat ini, mereka terpaksa terus meningkatkan pengeluaran untuk membangun kapasitas pusat data (data center) demi memenuhi lonjakan permintaan layanan AI yang menggila.
Faktanya, belanja modal kumpulan raksasa teknologi (Microsoft, Apple, Meta, Amazon, dan Alphabet) melonjak drastis hingga 383 miliar dolar AS pada tahun lalu. Bahkan, para analis memproyeksikan angka ini akan terus membengkak hingga menembus 500 miliar dolar AS pada tahun 2026.
Khusus untuk Microsoft, total pengeluarannya diperkirakan akan berlipat ganda secara signifikan. Mulai dari 44,5 miliar dolar AS pada tahun 2024, angka ini diprediksi melonjak menjadi sekitar 98 miliar dolar AS pada tahun 2026. Kepala Keuangan Microsoft, Amy Hood, bahkan sebelumnya telah menegaskan kepada para investor bahwa perusahaan akan berupaya keras menyeimbangkan lonjakan pengeluaran ini agar tetap sejalan dengan pendapatan yang mereka peroleh dari pasar.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.









