olympic.or.id — Bayangkan kalau komputer Mac kamu tiba-tiba jadi lebih pintar dari biasanya. Bukan cuma ngetik atau browsing, tapi bisa bantu kamu nulis kode, rencanain hari, bahkan ngerti apa yang lagi kamu lakuin di layar. Nah, itulah yang lagi digarap OpenAI lewat akuisisi terbarunya. Perusahaan AI raksasa ini baru aja ‘nyamber’ Software Applications, Inc., startup yang bikin Sky – antarmuka AI super canggih khusus buat Mac. Kabar ini langsung bikin heboh dunia tech, apalagi Sky belum resmi rilis tapi udah janjiin revolusi cara kita interaksi sama komputer.

Menurut laporan dari TechCrunch yang kami rangkum, akuisisi ini diumumkan akhir pekan lalu. Sky bukan sembarang software; dia kayak asisten pribadi yang bisa ‘lihat’ layar kamu dan langsung eksekusi perintah di berbagai app. Misalnya, lagi nulis email tapi bingung? Sky bisa bantu susun kalimat. Atau lagi coding tapi stuck? Dia bisa saranin solusi langsung. Mirip banget sama browser AI yang lagi tren, tapi ini lebih dalam lagi karena terintegrasi langsung ke desktop Mac. OpenAI bilang, ini bagian dari misi mereka buat bawa AI ke kehidupan sehari-hari, nggak cuma buat bisnis tapi juga user biasa.

Ari Weinstein, CEO Software Applications, excited banget sama visi ini. “Kita selalu pengen komputer jadi lebih empowering, customizable, dan intuitif. Dengan large language models (LLM), akhirnya kita bisa wujudin itu. Makanya kita bikin Sky – pengalaman AI yang muncul di atas desktop buat bantu mikir dan kreasi,” katanya. Weinstein bukan newbie; dia dan timnya punya track record keren. Sebelumnya, mereka bikin Workflow, app otomatisasi yang diakuisisi Apple dan jadi dasar fitur Shortcuts di iOS. Setelah kerja di Apple beberapa tahun, Weinstein bareng Conrad Kramer dan Kim Beverett – mantan manager senior Apple yang handle Safari, Messages, FaceTime, sampe SharePlay – mendirikan Software Applications di Agustus 2023.
Nilai akuisisi? OpenAI diem seribu bahasa, tapi dari data PitchBook, startup ini udah kumpulin dana 6,5 juta dolar AS dari investor top. Ada Sam Altman (CEO OpenAI sendiri), Dylan Field (CEO Figma), plus Context Ventures dan Stellation Capital. Kesepakatan ini dipimpin Nick Turley (Kepala ChatGPT) dan Fidji Simo (CEO Divisi Aplikasi OpenAI), dan udah dapet lampu hijau dari dewan direksi.

Ini bukan akuisisi pertama OpenAI yang bikin gebrakan. Baru-baru ini, mereka luncurkan ChatGPT Atlas, browser bertenaga AI yang bisa bantu navigasi web dengan perintah suara atau teks. Sky kayaknya bakal jadi pelengkap sempurna, terutama buat ekosistem Apple. Bayangin aja, pengguna Mac bisa punya AI yang nggak cuma jawab pertanyaan, tapi langsung action di app-app favorit. Misalnya, lagi edit foto di Photoshop? Sky bisa otomatis crop atau adjust warna berdasarkan instruksi verbal. Atau lagi manage project di Notion? Dia bisa tambahin task baru tanpa kamu angkat jari.
Tapi, kenapa OpenAI fokus ke Mac? Jawabannya sederhana: pasar besar. Mac punya user loyal di kalangan kreator, developer, dan profesional. Dengan Sky, OpenAI bisa saingan langsung sama Siri atau fitur AI Apple yang lagi dikembangin. Apalagi, Apple sendiri udah integrasi AI lebih dalam di iOS 18 dan macOS Sequoia. Ini bisa jadi perang dingin baru di dunia AI desktop. OpenAI juga lagi ekspansi liar: dari gandeng Broadcom buat produksi chip AI sendiri, sampe izinin app pihak ketiga langsung di ChatGPT. Sky kayaknya bakal jadi jembatan buat integrasi lebih seamless.
Dari sisi bisnis, akuisisi ini strategis banget. Software Applications punya tim berpengalaman yang paham betul ekosistem Apple. Weinstein dan Kramer udah pernah ‘dibeli’ Apple, jadi mereka tahu cara bikin produk yang user-friendly. Beverett dengan background di komunikasi app juga bisa bantu Sky jadi lebih kolaboratif, mungkin integrasi dengan FaceTime atau Messages. Ini nggak cuma tambah fitur, tapi juga bawa talenta top ke OpenAI.
kunjungi laman berita Ekslusif di Exposenews.id
Tapi, ada catatan nih. Dunia AI lagi panas soal etika dan regulasi. Baru-baru ini, Jepang minta OpenAI hentikan ‘jiplak’ manga dan anime buat training model. Di Indonesia sendiri, pemerintah lagi dorong AI yang aman dan etis. Akuisisi Sky bisa jadi peluang buat OpenAI tunjukin komitmen mereka ke privasi user, apalagi Sky akses layar langsung – harus ada safeguard biar data nggak bocor.
Secara keseluruhan, ini langkah OpenAI buat dominasi AI di perangkat sehari-hari. Buat kamu yang pakai Mac, siap-siap aja desktop kamu jadi lebih ‘hidup’. Sky mungkin belum rilis, tapi dengan dukungan OpenAI, bisa jadi game-changer. Kita tunggu aja update selanjutnya – siapa tahu besok AI udah bisa bikin kopi sendiri!









