Olympic.or.id – Samsung Electronics baru saja menorehkan sejarah yang benar-benar mengguncang! Percaya atau tidak, perusahaan raksasa teknologi asal Korea Selatan ini secara resmi menjadi perusahaan pertama di negaranya yang berhasil menembus kapitalisasi pasar (market cap) fantastis sebesar 1.000 triliun won. Kalau dirupiahkan, angka ini mencapai Rp 11.489,3 triliun – jumlah yang sulit dibayangkan, bukan? Selain itu, pencapaian spektakuler ini sekaligus mencatatkan Samsung sebagai emiten tunggal pertama dalam sejarah indeks KOSPI yang menyentuh level tinggi tersebut.

Hebatnya lagi, momen bersejarah ini terjadi tepat pada perdagangan Kamis (22/1/2026). Pada hari itu, harga saham Samsung melesat dengan sangat tajam, naik 6.900 won dan akhirnya mengunci perdagangan di level 156.400 won. Akibatnya, kapitalisasi dari saham biasa perusahaan langsung mencapai sekitar 927 triliun won atau setara Rp 10.650,6 triliun. Tidak hanya itu, saham preferen (preferred stock) Samsung juga ikut memberikan kontribusi besar. Saham yang diperdagangkan di harga 114.400 won ini menyumbang nilai tambah sekitar 93,4 triliun won (sekitar Rp 1.071,8 triliun).
Nah, kalau Anda jumlahkan kedua angka raksasa tadi, maka Anda akan mendapatkan total yang benar-benar mengagetkan. Total kapitalisasi pasar Samsung Electronics akhirnya menembus angka sekitar 1.020 triliun won atau setara dengan Rp 11.704,9 triliun!
Tren AI Jadi Bahan Bakar Utama
Tentu saja, pencapaian monumental ini bukanlah sebuah kebetulan. Semua berkat kinerja keuangan Samsung yang terbukti sangat solid selama setahun terakhir, terutama didorong oleh bisnis semikonduktor (chip) di tengah fenomena ledakan kecerdasan artifisial (AI) global.
Maka tidak heran, sentimen positif langsung membanjiri pasar dan menarik minat besar dari para investor. Alhasil, harga saham perusahaan legendaris ini pun terus bersinar menghijau. Faktanya, pada kuartal IV 2025 saja, Samsung dengan percaya diri membukukan laba operasional kuartalannya sebesar 20 triliun won (sekitar Rp 229,4 triliun). Sungguh, angka ini bukan angka sembarangan karena merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah perusahaan! Lebih hebatnya lagi, prestasi ini menjadikan Samsung sebagai perusahaan Korea pertama yang pernah mencatatkan laba operasional kuartalan di atas 20 triliun won.
Laba Cetak Rekor, Penjualan Tembus Angka Fantastis
Kemudian, kalau kita lihat secara kumulatif sepanjang tahun 2025, kinerja Samsung semakin tak terbendung. Laba operasional mereka diproyeksikan mencapai 43,53 triliun won atau jika dikonversi setara dengan Rp 499,3 triliun. Meski demikian, angka ini sebenarnya ‘hanya’ menjadi laba tahunan terbesar keempat dalam sejarah perusahaan. Pasalnya, mereka masih memegang rekor lebih tinggi di tahun 2018 (58,89 triliun won), 2017 (53,65 triliun won), dan 2021 (51,63 triliun won). Walaupun begitu, pencapaian tahun ini tetap sangat luar biasa.
Di sisi lain, dari segi pendapatan atau penjualan, Samsung juga berhasil memecahkan rekor! Sepanjang tahun 2025, perusahaan ini berhasil membukukan penjualan tahunan sebesar 332,77 triliun won atau melampaui angka Rp 3.817,3 triliun. Perlu Anda catat, angka fenomenal ini berhasil melampaui rekor penjualan sebelumnya sebesar 302,23 triliun won yang dicatat pada tahun 2022. Dengan kata lain, Samsung akhirnya berhasil menciptakan rekor penjualan tertinggi baru setelah menunggu selama tiga tahun.
Lalu, apa prediksi ke depannya? Para pengamat industri dengan yakin menyatakan bahwa momentum positif Samsung Electronics masih akan terus berlanjut. Optimisme ini didasari oleh meningkatnya kebutuhan chip untuk pusat data AI, komputasi berperforma tinggi (HPC), serta berbagai layanan berbasis AI lainnya yang terus berkembang pesat. Jadi, bisa dikatakan bahwa Samsung sedang berada di puncak gelombang teknologi masa depan, dan mereka diprediksi akan terus memimpin pasar dalam beberapa tahun mendatang.
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id










