Olympic.or.id – Tanpa basa-basi lagi, Samsung akhirnya meluncurkan chipset andalan terbarunya, Exynos 2600, pada Sabtu (20/12/2025). Perlu kalian tahu, chip penerus Exynos 2500 ini langsung melompat jauh karena memakai teknologi fabrikasi 2nm Gate-All-Around (GAA) yang super canggih. Akibatnya, Exynos 2600 seketika menyabet gelar sebagai prosesor mobile 2 nanometer pertama di planet ini! Sebelumnya, para pesaing kelas berat seperti Qualcomm Snapdragon 8 Elite, MediaTek Dimensity 9400 Plus, Apple A19 Pro, bahkan Exynos 2500 sendiri, masih berkutat di teknologi 3nm. Oleh karena itu, dengan proses 2nm ini, Exynos 2600 secara teknis sudah selangkah lebih maju, terutama soal efisiensi daya dan kepadatan transistor yang lebih rapat.
Spesifikasi Gila-gilaan si “Kecil” 2nm
Mari kita bedah kekuatannya! Pertama-tama, Exynos 2600 mengusung CPU 10 inti (deca-core) berbasis arsitektur Arm v9.3 yang kekinian. Konfigurasinya terdiri dari satu prime core, tiga core performa tinggi, dan enam core efisiensi. Prime core C1-Ultra bisa melesat hingga 3,8 GHz, sementara tiga core C1 Pro berjalan di 3,25 GHz. Selanjutnya, keenam core efisiensi yang juga pakai C1 Pro sengaja diatur lebih rendah, yakni 2,75 GHz, demi menghemat baterai saat ngerjain tugas ringan. Menurut klaim Samsung, chipset ini mampu memberikan peningkatan performa hingga 39 persen dibanding Exynos 2500! Jadi, berkat kombinasi arsitektur baru dan fabrikasi 2nm, Exynos 2600 dijamin lebih stabil untuk gaming, pemrosesan AI di perangkat, dan multitasking marathon.
Tidak berhenti di CPU, sektor grafisnya juga bikin mata melotot! Exynos 2600 dibekali GPU Xclipse 960 yang diklaim punya kemampuan komputasi dua kali lipat dari generasi sebelumnya. Bahkan, performa ray tracing-nya melonjak hingga 50 persen! Artinya, efek cahaya dan bayangan di game bakal terlihat nyaris seperti di dunia nyata tanpa bikin ponsel lemot. Selain itu, GPU ini juga menjadi panggung debut untuk teknologi Exynos Neural Super Sampling (ENSS). Teknologi cerdas ini memanfaatkan AI untuk melakukan upscaling resolusi dan frame generation, sehingga game bisa berjalan lebih mulus tanpa menguras baterai habis-habisan. Pendekatan pintar ini jelas memungkinkan pengalaman gaming yang lebih memukau meski cuma bermodalkan ponsel.
Fokus pada Kecerdasan Buatan (AI)
Di era AI seperti sekarang, Samsung tidak mau ketinggalan. Faktanya, kecerdasan buatan menjadi salah satu senjata utama Exynos 2600. Unit pemrosesan neural (NPU) pada chipset ini dikabarkan mengalami lonjakan performa fantastis, yaitu hingga 113 persen dibanding chip flagship Samsung sebelumnya! Peningkatan gila ini akhirnya memungkinkan model AI generatif yang lebih besar dan kompleks dijalankan langsung di perangkat. Misalnya, untuk mengedit foto atau menghasilkan gambar tanpa perlu bergantung pada cloud. Selain itu, dengan memproses lebih banyak data AI langsung di ponsel, data sensitif pengguna otomatis lebih terlindungi dan ketahanan sistem terhadap ancaman keamanan masa depan pun meningkat.
Tidak ketinggalan, di sektor kamera dan multimedia, Exynos 2600 juga siap memukau. Chip ini dilengkapi image signal processor (ISP) terintegrasi yang mendukung sensor kamera gila-gilaan hingga 320 MP. Kamu juga bisa mengambil foto 108 MP dengan zero shutter lag, jadi bisa motret terus-terusan tanpa jeda walau resolusi setinggi itu. Untuk urusan rekaman, Exynos 2600 mendukung rekaman 8K pada 30 fps dan 4K hingga 120 fps dengan HDR, cocok banget untuk bikin konten cinematic atau slow motion tajam. Bahkan, Samsung menyematkan dukungan codec APV (Advanced Professional Video) yang dirancang khusus untuk menghasilkan kualitas video lebih tinggi dengan kompresi efisien, sehingga detail visual tetap terjaga dan memudahkan editing lanjutan.
Solusi Panas? Tenang, Ada Heat Path Block!
Nah, buat kamu yang khawatir ponsel kepanasan saat dipakai gaming atau kerja AI berat, Samsung sudah siap solusinya. Mereka memperkenalkan teknologi termal baru bernama Heat Path Block. Teknologi ini dirancang khusus untuk meningkatkan efisiensi pembuangan panas, sehingga chip mampu menjaga performa optimalnya dalam waktu lama. Jadi, performa puncak bisa dipertahankan lebih lama tanpa perlu takut thermal throttling yang bikin jengkel.
Akan Menghidupi Samsung Galaxy S26?
Lalu, pertanyaan besarnya: ponsel apa yang akan pertama kali memakai “monster” ini? Samsung sendiri belum mengonfirmasi secara resmi. Akan tetapi, kabarnya chip 2nm ini sudah masuk tahap produksi massal. Oleh karena itu, banyak yang berspekulasi Exynos 2600 akan menjadi otak dari flagship Samsung berikutnya, yaitu Galaxy S26 dan Galaxy S26 Plus di sejumlah pasar. Samsung sendiri diprediksi akan meluncurkan seri Galaxy S26 pada 25 Februari 2026 melalui acara “Galaxy Unpacked 2026” di San Francisco. Jadi, tunggu saja kehadirannya untuk membuktikan sendiri kedahsyatan chip 2nm pertama di dunia ini!
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Indonesiaartnews.or.id









