Olympic.or.id – Microsoft akhirnya mengakui sebuah kesalahan besar! Ternyata, sejumlah komputer (PC) Windows 11 yang tiba-tiba error dan tidak bisa menyala belakangan ini, disebabkan oleh pembaruan (update) yang bermasalah. Lebih mengerikan lagi, Microsoft menyatakan bahwa gangguan ini bukan berasal dari satu update tunggal, melainkan muncul akibat kombinasi update lama dan baru yang justru saling menghancurkan kondisi sistem PC Anda!
“Investigasi terbaru kami menunjukkan, masalah ini bisa menyerang perangkat yang gagal memasang pembaruan keamanan Desember 2025 secara sempurna. Parahnya, perangkat-perangkat ini kemudian terjebak dalam kondisi sistem yang tidak normal setelah proses pemulihan (rollback),” ungkap Microsoft dalam pernyataan resminya. Selanjutnya, Microsoft membeberkan skenario terburuknya: ketika Anda berusaha memasang pembaruan Windows 11 terbaru (Januari 2026) dalam kondisi sistem yang sudah kacau itu, PC Anda bisa langsung “brick” dan tidak mampu melakukan booting sama sekali!
Akibatnya, PC Anda pun menolak masuk ke desktop utama. Alih-alih menyambut Anda dengan layar utama, perangkat malah menampilkan layar hitam pekat atau layar biru maut (Blue Screen of Death/BSOD) yang sangat ditakuti. Sebenarnya, masalah ini awalnya tidak langsung terasa ketika pengguna memasang pembaruan Desember 2025. Akan tetapi, bencana baru benar-benar meledak ketika beberapa pengguna nekat memasang update Januari 2026 dan tiba-tiba disambut oleh BSOD yang menghancurkan!
Microsoft Siapkan Solusi Darurat, Tapi…
Saat ini, Microsoft mengaku baru bisa menyiapkan solusi parsial atau sementara untuk mencegah masalah serupa menjangkiti lebih banyak perangkat. Solusi darurat ini nantinya akan memblokir instalasi update lanjutan pada PC yang terdeteksi sedang berada dalam kondisi sistem tidak normal. Dengan demikian, setidaknya perangkat tidak langsung berujung pada kondisi gagal boot total.
Meski demikian, Anda jangan terlalu berharap! Microsoft dengan tegas menegaskan bahwa solusi ini tidak bisa mencegah perangkat masuk ke kondisi kacau sejak awal. Selain itu, solusi ini juga sama sekali tidak mampu memperbaiki PC yang sudah terlanjur tidak bisa menyala. Ke depannya, tim Microsoft berjanji akan terus mencari solusi permanen sekaligus mengorek informasi mengapa perangkat-perangkat ini bisa gagal boot setelah menginstal pembaruan Windows 11.
“Kami masih terus menyelidiki akar penyebabnya. Tim kami berusaha memahami mengapa sebagian perangkat gagal memasang pembaruan Windows 11 atau berakhir dalam kondisi sistem yang tidak stabil,” jelas Microsoft. Bagi Anda yang sudah menjadi korban, Microsoft menyarankan untuk segera menghubungi layanan dukungan bisnis atau melaporkan gangguan via aplikasi Feedback Hub. Tindakan ini akan membantu mereka mengumpulkan data untuk investigasi yang lebih mendalam. Microsoft pun memastikan akan merilis pembaruan lanjutan sebagai solusi sementara, sembari terus mendalami akar masalah ini. Mereka berjanji akan mengumumkan informasi perbaikan secepatnya setelah tersedia.
Kronologi PC Gagal Boot: Dari Laporan Hingga Error Mengerikan
Sebelumnya, masalah PC gagal boot ini pertama kali ramai dibongkar oleh media teknologi ternama, Bleeping Computer, dan kemudian dianalisis lebih lanjut oleh pakar Windows legendaris, Susan Bradley, dari komunitas AskWoody. Susan Bradleylah yang kemudian mempublikasikan pernyataan resmi Microsoft tersebut di forum AskWoody.
Berdasarkan berbagai laporan pengguna yang panik, PC yang terdampak biasanya langsung menampilkan pesan error mengerikan, yaitu “UNMOUNTABLE_BOOT_VOLUME” saat dinyalakan. Pesan error ini secara harfiah menandakan Windows 11 gagal mengakses partisi penyimpanan utama yang dibutuhkan untuk memuat sistem operasi. Kondisi fatal tersebut langsung membuat Windows 11 berhenti di tahap paling awal proses boot. Akhirnya, PC Anda hanya akan menampilkan layar hitam atau BSOD dan mustahil bisa masuk ke tampilan desktop.
Yang perlu dicatat, beberapa laporan menyebutkan bahwa masalah ini lebih banyak menyasar PC kelas bisnis dan komersial. Jenis PC ini umumnya menggunakan skema enkripsi ketat, konfigurasi penyimpanan khusus, serta kebijakan update yang jauh lebih rigid dibandingkan PC rumahan. Dalam kasus terparah, kegagalan boot ini bahkan membuat pengguna tidak bisa mengakses mode pemulihan (recovery) secara normal. Akibatnya, proses perbaikan mandiri menjadi sangat sulit dan hampir mustahil dilakukan tanpa bantuan teknisi ahli atau tindakan drastis seperti instalasi ulang sistem.
Masalah Beruntun Windows 11 Awal 2026
Sayangnya, masalah gagal boot ini seolah menjadi tambahan untuk daftar panjang gangguan Windows 11 sepanjang Januari 2026. Sebelumnya, dunia teknologi sudah digemparkan oleh celah bug aneh yang membuat komputer menolak mati meski sudah diperintahkan shutdown, seperti yang dirangkum dari XDADevelopers. Rantai masalah ini jelas menimbulkan pertanyaan besar tentang stabilitas update terbaru Microsoft.
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id










