Barcelona, Olympic.or.id – Dunia gaming portable baru saja mendapat suntikan adrenalin paling segar di tahun ini. Langsung dari ajang Mobile World Congress 2026 (MWC 2026) yang baru saja usai di Barcelona, raksasa teknologi asal China, Lenovo, secara mengejutkan memamerkan purwarupa konsol genggam masa depan yang diberi nama Lenovo Legion Go Fold. Bukan sekadar konsol biasa, perangkat ini langsung mencuri perhatian para pengunjung pameran karena membawa gebrakan revolusioner: sebuah layar yang bisa dilipat.
Sesuai dengan namanya yang eksplisit, Legion Go Fold mengusung teknologi layar lipat sebagai andalan utamanya. Lenovo menyematkan panel P-OLED berukuran raksasa, yaitu 11,6 inci, yang dalam sekejap bisa “menyusut” menjadi format yang lebih ringkas berukuran 7,7 inci hanya dengan sebuah lipatan. Bayangkan fleksibilitas yang ditawarkan di sini: Para gamer kini memiliki kendali penuh atas luas medan pandang mereka. Ketika sedang menunggu di halte, mereka bisa melipatnya menjadi kecil agar mudah digenggam. Namun, saat tiba di rumah atau ingin menyelami dunia game lebih dalam, mereka bisa membentangkannya lebar-lebar untuk menikmati visual epik.
Namun, Lenovo tidak berhenti di layar lipat saja. Mereka dengan cerdik mengadopsi formula sukses dari pendahulunya, Legion Go tahun lalu, dengan menghadirkan aksesori controller yang bisa dilepas pasang atau detachable. Alat ini sangat mirip dengan konsep JoyCon milik Nintendo Switch. Para pemain bisa dengan mudah mengapitkan kedua stik ini di sisi kiri dan kanan layar, mengubah perangkat ini secara instan menjadi konsol gaming total dengan kontrol fisik yang presisi.
Sekarang, inilah bagian yang paling menarik dan menunjukkan kecerdikan Lenovo dalam memanfaatkan setiap inci perangkat. Ketika para controller tersebut sedang tidak menemani layar, jangan biarkan mereka menganggur sia-sia. Lenovo merancang agar kedua stik ini bisa disatukan menjadi satu unit utuh. Setelah digabungkan, mereka akan secara otomatis mengaktifkan layar kecil yang berfungsi sebagai touchpad multifungsi. Di layar mini inilah para gamer bisa memantau metrik performa perangkat, mengutak-atik pengaturan sistem, atau bahkan mengkustomisasi panel hotkey sesuai gaya bermain mereka. Sangat futuristik dan fungsional!
Empat Mode, Satu Konsol: Fleksibilitas Tanpa Batas
Pertanyaan besarnya, bagaimana cara memanfaatkan semua teknologi canggih ini? Lenovo menjawabnya dengan memperkenalkan empat mode pemakaian berbeda yang membuat Legion Go Fold layak disebut sebagai “transformers”-nya dunia handheld.
Pertama adalah Standard Handheld Mode. Dalam mode ini, pengguna melipat layar menjadi ukuran 7,7 inci yang kompak. Dengan memasang controller di kedua sisi, perangkat ini terasa persis seperti Legion Go atau konsol genggam biasa. Bobotnya terasa pas, tombol-tombolnya responsif, dan siap menemani perjalanan panjang.
Kedua, ada Vertical Split-Screen Mode. Ini adalah mode yang memanfaatkan sifat lipat layar secara vertikal. Pengguna dapat membuka layar ke atas sehingga terbentuk dua area tampilan yang bertumpuk. Bayangkan skenario ini: Seorang gamer sedang berjuang melawan boss level akhir di layar utama, sementara di layar kedua, ia membuka video panduan (walkthrough) dari YouTube atau sedang memantau grup Discord teman-temannya. Multitasking dalam genggaman menjadi nyata.
Ketiga, mode Horizon Full Screen Mode. Di sinilah “monster” sesungguhnya terbangun. Pengguna dapat membentangkan layar sepenuhnya menjadi 11,6 inci dalam orientasi landscape. Layar seluas ini mampu menyajikan detail game dengan sangat memukau, memberikan keunggulan kompetitif bagi mereka yang membutuhkan area pandang ekstra luas dalam game battle royale atau strategi. Controller tentu saja tetap bisa dipasang di samping untuk pengalaman bermain maksimal.
Terakhir, mode Expanded Desktop Mode mengubah perangkat ini menjadi stasiun kerja mini. Dengan menyambungkan aksesori keyboard opsional yang sudah dilengkapi touchpad dan penyangga, Legion Go Fold bertransformasi menjadi laptop tipis. Pengguna tidak hanya bisa bermain game dengan keyboard, tetapi juga mengerjakan tugas kantor, menonton film, atau sekadar berselancar di internet. Sebagai sentuhan akhir, controller kanan dapat dilepas dan digunakan secara vertikal sebagai mouse, fitur ikonik yang sudah ada sejak generasi pertama Legion Go.
Performa Gahar di Balik Layar Lipat
Semua fleksibilitas ini tentu harus didukung oleh mesin yang mumpuni. Lenovo tidak main-main dalam urusan spesifikasi. Mereka membenamkan prosesor (CPU) terkini, yaitu Intel Core Ultra 7 258V. Chip ini sudah dilengkapi dengan pengolah grafis terintegrasi (iGPU) Intel Arc 140V yang kabarnya memiliki performa grafis setara dengan beberapa entry-level discrete GPU.
Kombinasi CPU dan iGPU ini kemudian didampingi oleh RAM sebesar 32 GB. Tujuannya jelas: memastikan pengalaman bermain game berjalan mulus tanpa lag, baik saat menjalankan game AAA (triple-A) kelas atas maupun saat pengguna beralih di antara keempat mode pemakaian. Untuk urusan daya tahan, Lenovo membekalinya dengan baterai berkapasitas 48 watt hours (Whrs), yang diharapkan mampu menemani petualangan gaming para penggunanya dalam waktu yang cukup lama.
Nasib Konsol: Antara Konsep dan Kenyataan Pasar
Meskipun kemunculannya di MWC 2026 menyedot perhatian publik, Lenovo masih bermain aman dengan status perangkat ini. Mereka dengan tegas belum mengonfirmasi apakah Legion Go Fold akan benar-benar diproduksi secara massal atau hanya sekadar pajangan teknologi. Wajar saja, karena teknologi layar lipat untuk perangkat gaming genggam dinilai para analis masih sangat mahal dan rumit untuk diproduksi massal. Kompleksitas ini berpotensi melambungkan harga jual hingga ke level yang sulit dijangkau konsumen mainstream.
Namun, para penggemar tidak perlu berkecil hati. Lenovo memiliki reputasi yang cukup baik dalam mengembangkan konsep-konsep liar menjadi produk komersial yang nyata. Banyak fitur dari perangkat konsep sebelumnya yang akhirnya hadir di produk jadi.
Oleh karena itu, meskipun konsol ini mungkin tidak akan langsung tersedia di toko dalam waktu dekat, bukan tidak mungkin seluruh teknologi dan filosofi desain dari Legion Go Fold akan merembes ke dalam generasi penerus Legion Go di masa mendatang. Yang pasti, Lenovo telah berhasil menciptakan percikan api imajinasi tentang masa depan handheld gaming. Mereka membuktikan bahwa layar lipat bukan hanya untuk ponsel, tetapi juga masa depan konsol gaming yang lebih dinamis dan personal.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










