Jakarta Olympic.or.id – Perusahaan teknologi Anthropic, yang sebelumnya dikenal sangat menjaga privasi dengan tidak menggunakan data percakapan konsumen, kini secara mengejutkan mengubah haluan. Mereka berencana memanfaatkan interaksi pengguna untuk melatih model kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) mereka.
Berdasarkan siaran TechCrunch pada Kamis (28/8), Anthropic melakukan perubahan signifikan dalam kebijakan penanganan data pengguna. Perusahaan mewajibkan para pengguna Claude menentukan pilihan mereka paling lambat tanggal 28 September 2025. Lewat batas waktu itu, mereka harus memutuskan apakah mengizinkan percakapan dan sesi pemrogramannya dipakai sebagai bahan pelatihan model AI.

Selanjutnya, Anthropic juga mengumumkan akan memperpanjang masa penyimpanan data menjadi lima tahun khusus bagi pengguna yang memilih untuk tidak berpartisipasi. Kebijakan baru ini jelas-jelas bertolak belakang dengan aturan sebelumnya yang jauh lebih singkat.

Sebelumnya, data pengguna produk konsumen Anthropic otomatis terhapus dalam waktu 30 hari. Pengecualian hanya berlaku jika hukum atau kebijakan mengharuskan penyimpanan lebih lama, atau jika masukan mereka ditandai melanggar kebijakan.
Apabila suatu interaksi ditandai sebagai pelanggaran kebijakan, maka masukan dan keluaran data pengguna dapat perusahaan simpan hingga dua tahun. Perubahan kebijakan penanganan data ini langsung berlaku untuk pengguna Claude Free, Pro, dan Max, termasuk juga layanan Claude Code.
Namun, pelanggan layanan bisnis seperti Claude Gov, Claude for Work, Claude for Education, maupun pengguna API tidak akan terdampak oleh perubahan ini. Data-data perusahaan yang menggunakan layanan Anthropic tetap tidak akan digunakan untuk melatih model AI, menjamin keamanan informasi bisnis.

Anthropic menegaskan bahwa kebijakan baru untuk produk konsumen ini sepenuhnya bergantung pada pilihan pengguna. Dengan tidak memilih keluar, pengguna secara sukarela akan membantu perusahaan meningkatkan keamanan model, akurasi deteksi konten berbahaya, serta mengasah keterampilan Claude dalam pemrograman, analisis, dan penalaran.
Mirip dengan perusahaan model bahasa besar lainnya, Anthropic membutuhkan sangat banyak data percakapan berkualitas tinggi. Mereka perlu mengakses jutaan interaksi nyata pengguna Claude untuk melatih model AI agar dapat bersaing ketat dengan kompetitor seperti OpenAI dan Google.
Seiring dengan perkembangan teknologi AI yang sangat cepat, kebijakan privasi sudah pasti akan terus berubah. Sayangnya, sebagian besar pengguna sering kali tidak menyadari bahwa pedoman yang pernah mereka setujui telah diubah. Desain pemberitahuan yang digunakan praktis menjamin bahwa perubahan tersebut luput dari perhatian.
Implementasi kebijakan baru Anthropic ini mengikuti pola yang sudah lazim di kalangan penyedia layanan AI. Pengguna baru akan diminta memilih preferensi mereka saat mendaftar. Sementara itu, pengguna yang sudah ada akan dihadapkan pada pop-up dengan tulisan “Pembaruan Ketentuan dan Kebijakan Konsumen” berukuran besar dan tombol “Terima” berwarna hitam yang sangat mencolok. Tombol sakelar untuk izin pelatihan data sengaja diletakkan di bawahnya, dicetak lebih kecil, dan secara otomatis telah diatur ke posisi “Aktif”.
kunjungi juga laman berita terbaru di Exposenews.id
Sebagaimana yang telah diamati oleh The Verge, desain antarmuka seperti ini memunculkan kekhawatiran serius. Pengguna mungkin akan tergoda untuk cepat-cepat mengklik “Terima” tanpa membaca detailnya, sehingga tanpa sadar mereka telah menyetujui pembagian data percakapan mereka untuk pelatihan AI.









