Olympic.or.id – Pabrikan lensa asal Tiongkok, Brightin Star, secara resmi memperkenalkan lensa terbaru mereka yang dinamai 10mm F/5.6 II. Menariknya, pabrikan tetap mempertahankan desain orisinal yang ringkas dan enteng seperti model sebelumnya. Karena itu, para penggemar fotografi terutama yang hobi traveling pasti langsung melirik lensa ini. Apalagi, tren kamera mirrorless saat ini memang sedang naik daun. Banyak kreator konten dan fotografer jalanan beralih ke sistem ini karena ringan dan praktis. Nah, Brightin Star seolah membaca peluang tersebut dengan menghadirkan lensa fisheye manual yang tidak hanya murah tetapi juga berkualitas. Jadi, jangan heran jika lensa ini bakal laris manis di pasaran.

Apa Saja yang Berbeda dari Generasi Sebelumnya?
Lalu, perubahan apa saja yang terjadi pada generasi kedua ini? Pihak pabrikan melakukan pembaruan pada bagian tampilan luar dan susunan elemen lensa. Mereka menghadirkan desain cincin pengatur bukaan diafragma yang segar. Selain itu, sistem penanda jarak hiperfokal pun ikut mereka perbaharui. Akibatnya, proses pengoperasian dan pengaturan area fokus menjadi lebih efisien. Dengan kata lain, fotografer pemula sekalipun dapat langsung menggunakannya tanpa kebingungan. Sebelumnya, banyak pengguna generasi pertama mengeluhkan cincin fokus yang terasa kurang presisi. Mendengar keluhan tersebut, Brightin Star langsung bergerak cepat. Mereka merombak total mekanisme cincin fokus agar terasa lebih halus dan akurat. Hasilnya, generasi kedua ini menawarkan pengalaman memotret manual yang jauh lebih menyenangkan. Bahkan, pengguna yang terbiasa dengan lensa autofokus pun tidak akan kesulitan beradaptasi.
Empat Fitur Unggulan yang Memanjakan Fotografer
Pertama, kemampuan memotret dari jarak yang lebih dekat. Di balik bodinya yang mungil dan enteng, Brightin Star menyematkan 7 komponen lensa dalam 5 kelompok. Rinciannya, terdapat tiga lensa berindeks bias tinggi dan tiga lensa berpending ekstra rendah. Berkat susunan optik anyar ini, pengguna bisa memotret dari jarak hanya 12 sentimeter! Sebagai perbandingan, generasi pertama hanya mampu mencapai jarak 20 sentimeter. Jadi, kalian bisa lebih ekspresif dalam menciptakan efek fisheye yang dramatis.
Bayangkan, kalian bisa mendekati objek seperti bunga, serangga, atau makanan dari jarak yang sangat dekat. Hasilnya, latar belakang yang melengkung khas fisheye akan terlihat lebih ekstrem dan artistik. Selain itu, depth of field atau ruang ketajaman juga akan lebih sempit sehingga objek utama semakin menonjol. Fitur ini jelas tidak kalian temukan di lensa kit bawaan kamera.
Kedua, bidang pandang yang semakin melebar. Generasi pertama sebenarnya sudah menghasilkan jepretan super lebar dengan jangkauan 172 derajat. Namun, kejutan datang dari Brightin Star 10mm F/5.6 II karena cakupannya melonjak menjadi 173 derajat! Yang lebih membanggakan, semua itu mereka capai dengan distorsi yang minim. Oleh sebab itu, lensa ini cocok banget buat kalian yang doyan motret pemandangan alam atau gedung-gedung tinggi. Satu derajat tambahan mungkin terdengar kecil, tetapi di dunia lensa fisheye, itu perbedaan yang signifikan.
Artinya, kalian bisa menangkap lebih banyak elemen dalam satu bingkai tanpa harus mundur beberapa langkah. Ketika kalian memotret langit malam berbintang, cakupan 173 derajat akan membuat seluruh langit terasa masuk ke dalam kamera. Begitu pula saat kalian merekam video vlog perjalanan, latar belakang akan terasa lebih luas dan imersif.
Ketiga, jangan anggap remeh lapisan IMC yang mereka gunakan. Lapisan optik ini bekerja keras untuk menekan aberasi kromatik, mengurangi efek buram, serta meminimalisir pantulan cahaya. Hasilnya, ketajaman gambar tetap prima di seluruh area bingkai. Dengan demikian, saat kalian memperbesar foto, detail-detail kecil tetap akan tampak jelas. Teknologi IMC atau Integrated Multi-Coating ini sebenarnya sudah umum di lensa mahal. Namun, Brightin Star berani menyematkannya di lensa seharga 1,3 jutaan. Ini bukti bahwa mereka serius ingin bersaing di pasar global. Pantulan cahaya atau flare sering menjadi masalah besar pada lensa murah. Untungnya, berkat lapisan IMC, lensa ini tetap menghasilkan kontras yang baik meskipun kalian memotret melawan arah matahari. Jadi, jangan ragu untuk bereksperimen dengan backlight atau golden hour.
Keempat, bobotnya benar-benar membuat takjub. Hanya sekitar 132 gram! Coba bayangkan, lensa dengan segudang fitur canggih hanya seberat dua batang cokelat. Karena itu, lensa ini sangat pas untuk menemani perjalanan jauh. Lensa ini juga ideal dipasangkan pada kamera mirrorless yang berbadan ringkas. Kalian tidak akan pegal meskipun memotret seharian penuh. Selain itu, bobot yang ringan juga membuat lensa ini mudah diselipkan ke dalam tas selempang kecil. Kalian tidak perlu membawa tas ransel besar setiap kali hendak memotret. Bagi para traveler, ini kabar gembira karena setiap gram sangat berharga. Dengan berat hanya 132 gram, kalian bisa membawa lensa ini sebagai pelengkap tanpa mengorbankan perlengkapan lain seperti baterai cadangan atau tripod kecil.
Kelima, perlu diketahui bahwa fitur autofokus belum tersedia pada lensa ini. Iya, pengguna harus mengatur fokus secara manual. Namun, jangan langsung kecewa! Berkat panduan hiperfokal yang tercetak jelas pada cincin pengaturan fokus, proses memfokuskan gambar bisa berlangsung cepat. Bahkan, setelah beberapa kali latihan, kalian akan mahir melakukan zone focusing tanpa perlu melihat layar lagi. Hebat, bukan? Teknik zone focusing ini sangat berguna untuk street photography. Kalian bisa menyetel fokus pada jarak tertentu, lalu membiarkannya tetap di posisi itu. Setiap kali kalian mengangkat kamera, gambar langsung tajam tanpa perlu memutar cincin fokus lagi. Ini bahkan lebih cepat daripada autofokus pada kamera tertentu. Jadi, jangan anggap ketiadaan autofokus sebagai kekurangan. Justru, ini adalah kelebihan tersembunyi bagi fotografer yang menginginkan respons instan.
Berapa Harga yang Harus Disiapkan?
Lalu, berapa dana yang perlu kalian siapkan untuk memiliki lensa keren ini? Tenang, Brightin Star 10mm F/5.6 II saat ini mereka sediakan pertama kali untuk kamera mirrorless bersensor APS-C. Mereka membanderol lensa ini mulai dari US$75 atau sekitar 1,3 jutaan Rupiah saja! Ya, harga yang sangat bersahabat mengingat kualitas dan fitur yang mereka tawarkan. Sebagai perbandingan, lensa fisheye dari merek ternama biasanya dibanderol lima hingga sepuluh kali lipat dari harga ini. Jadi, buat kalian yang ingin mencoba genre fotografi fisheye tanpa menguras dompet, pilihan ini jelas paling masuk akal.
Ke depannya, lensa ini juga bakal mereka hadirkan untuk kamera mirrorless bersensor MFT. Jadi, bagi pemilik kamera Olympus atau Panasonic, kalian juga patut menunggu kedatangannya. Dengan dukungan untuk dua sistem populer ini, Brightin Star menunjukkan komitmen mereka untuk melayani pasar yang lebih luas. Tunggu apa lagi? Segera incar lensa ini sebelum kehabisan stok!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.










