Olympic.or.id – Bayangkan lagi asyik tidur nyenyak, tiba-tiba puluhan polisi bersenjata lengkap menerobos masuk rumah Anda. Itulah yang dialami seorang nenek pemberani asal Arizona, Amerika Serikat, yang masih aktif bermain Minecraft di usia 81 tahun!
Sue Jacquot, atau akrab disapa “GrammaCrackers“, tidak sedang mencari sensasi saat melakukan siaran langsung gim Minecraft. Justru, nenek satu ini mengorbankan waktu tidurnya untuk tujuan yang sangat mulia. Dia memanfaatkan kanal YouTube-nya sebagai mesin penggalangan dana guna meringankan biaya pengobatan kanker yang dialami cucu tercintanya, Jack Self.
Wah, usaha nenek ini ternyata berhasil menyentuh hati banyak orang. Kanal YouTube-nya sekarang sudah kebanjiran lebih dari 600.000 pelanggan, lo! Ratusan ribu gamer pun berbondong-bondong menyaksikan aksi Jacquot yang menemani Jack dan cucu lainnya, Austin Self, menjelajahi dunia blok-blok persegi. Bahkan, keluarga ini pernah menggelar siaran langsung nonstop selama hampir 15 hari penuh! Bayangkan, segitu gigihnya mereka mengumpulkan dana tambahan.
Lantas, kenapa nenek baik hati ini sampai menjadi sasaran kejahatan siber?
Jacquot mengungkapkan bahwa perjuangan melawan kanker Jack tidaklah murah. “Dia sudah menjalani sekitar 200 kali kemoterapi dalam satu setengah tahun terakhir. Alhasil, tagihan medis menggunung dan tidak semuanya ditanggung asuransi,” jelas Jacquot tentang kondisi Jack kepada media lokal 12News. Karena itu, dia rela melakukan apa pun, termasuk bermain gim sampai larut malam.
Namun, di tengah upaya mulia tersebut, keluarga ini justru dihadapkan pada insiden paling tak terduga dalam hidup mereka.
Geger! Rumah Dikepung Puluhan Polisi Bersenjata, Ternyata Cuma Prank
Pada Senin malam, kedamaian rumah Jacquot terusik oleh aksi keji yang disebut swatting. Para pelaku iseng ini biasanya membuat laporan darurat palsu ke polisi. Tujuannya jahat: menerbangkan aparat bersenjata lengkap ke rumah target. Mirip seperti teror, tapi ini “prank” yang mematikan.
Dalam kasus ini, seseorang dengan sengaja melaporkan kebohongan mengerikan kepada pihak berwenang. Isinya: Jacquot sudah ditembak mati oleh cucunya sendiri, Jack Self, dan Jack berencana mengakhiri hidupnya setelah itu. Duh, serem banget, kan?
Laporan palsu ini sontak memicu respons besar-besaran. Begini kronologi mencekam yang dialami keluarga.
Sekitar pukul 23.00 waktu setempat, keluarga mendapat kabar bahwa polisi sedang bergerak menuju rumah mereka. Jack Self langsung kaget setengah mati. “Waktu dengar laporannya, rasanya seperti dihantam pukulan keras di perut. Sungguh di luar nalar,” kenang Jack.
Tak lama berselang, pemandangan mengerikan pun terjadi. Puluhan petugas Kepolisian Queen Creek datang dengan perlengkapan taktis paling lengkap. Mereka membawa tameng anti huru-hara, senapan mesin, dan kendaraan khusus. Bahkan, menurut laporan Gadget Review, jumlah aparat mencapai sekitar 20 mobil polisi plus lima kendaraan SWAT! Rumah nenek ini langsung dikepung ketat.
Polisi pun memerintahkan seluruh penghuni keluar dengan tangan terangkat. Di saat genting seperti itu, tahukah Anda apa yang dilakukan Jacquot? Nenek pemberani ini malah sedang tidur pulas dan tidak tahu apa-apa!
Sementara itu, siaran langsung yang masih aktif justru memperlihatkan momen langka: polisi masuk ke kamar Jacquot dengan perlengkapan perang. “Mereka masuk, lalu satu orang memegang satu lengan saya dan yang lain memegang lengan satunya. Mereka mengantar saya keluar sambil meminta maaf,” cerita Jacquot dengan nada santai.
Lalu, dia menambahkan, “Ada seorang polisi wanita yang cantik sekali. Dia sangat baik, tapi saya rasa kalau memang ada masalah, dia juga bisa bertindak tegas.” Alih-alih panik, nenek ini malah merasa pengalaman itu cukup unik!
“Saya cuma berpikir, ‘Sebenarnya cucu-cucu saya ini sudah berbuat apa, sih?'” katanya sambil tertawa kecil.
Dalam wawancara lain, Jacquot juga memuji keprofesionalan petugas. “Saya lagi tidur nyenyak, benar-benar malas banget. Lalu para polisi itu masuk ke rumah. Mereka menggandeng saya keluar. Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi, tapi rasanya cukup menyenangkan,” akunya sambil tersenyum.
Bahkan, dia mengaku senang karena untuk pertama kalinya naik mobil polisi! “Lalu saya naik mobil polisi. Saya belum pernah naik mobil polisi sebelumnya, jadi seru juga,” ungkapnya dengan polos.
Ending Manis: Nenek Gak Trauma, Justru Makin Semangat!
Meski suasana mencekam, para petugas langsung sigap. Mereka berada di rumah selama sekitar tiga jam sebelum akhirnya menyimpulkan bahwa laporan tersebut palsu belaka. Menariknya, polisi yang masuk ke rumah hampir yakin sejak awal bahwa ini hoaks. Salah satu petugas bahkan melihat perlengkapan livestream milik Jacquot dan langsung paham bahwa situasi ini tidak berbahaya.
Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa panggilan darurat itu kemungkinan berasal dari seseorang yang menggunakan aksen Perancis. Namun, polisi masih belum mengetahui identitas asli pelakunya. “Informasi yang kami dapat sejauh ini, panggilan itu menggunakan aksen Perancis. Mereka belum benar-benar yakin panggilan itu berasal dari mana,” jelas Jack.
Keluarga pun bertanya-tanya, kenapa nenek baik hati ini yang menjadi sasaran? “Entah tujuannya untuk menyakiti kami, membuat kami marah, atau ingin mengganggu Grandma Crackers saat siaran langsung,” ujar Austin Self. “Untungnya polisi sangat profesional dan luar biasa sehingga dampaknya bisa diminimalkan.”
Yang paling mencengangkan, Jacquot tidak menunjukkan tanda-tanda trauma sedikit pun! Setelah situasi mereda malam itu, dia memilih kembali tidur. “Saya harus bangun besok. Saya tidak bisa terus memikirkan hal ini sepanjang malam. Jadi saya minum Benadryl lalu tidur. Begitulah cara saya menghadapinya,” ujarnya santai.
Keesokan harinya, apa yang terjadi? Jacquot kembali menyalakan siaran langsungnya seperti biasa! Dia kembali asyik menjelajahi dunia Minecraft bersama cucu-cucunya. Menurutnya, aksi swatting ini tidak akan mengubah apa pun.
“Mereka tidak akan menentukan apa yang boleh saya lakukan. Mereka juga tidak akan membuat saya takut untuk melakukan ini,” tegas Jacquot, seperti dirangkum dari The Guardian. Keren banget, kan, semangatnya?
Dukungan Mengalir Deras! Netizen Banjiri Live dengan Cinta
Hebatnya, insiden ini justru membuat dukungan dari komunitas online semakin deras. Ratusan penonton membanjiri siaran Jacquot dengan pesan simpati dan semangat. “Mereka sangat baik dan peduli pada keadaan saya. Mereka bertanya bagaimana kondisi saya, bagaimana situasinya, mengatakan mereka mencintai saya dan menyesalkan kejadian ini. Dukungan mereka luar biasa,” kata Jacquot dengan mata berbinar.
Keluarga pun mengakui bahwa insiden ini justru mempererat hubungan mereka dengan komunitas yang selama ini setia membantu perjuangan pengobatan Jack. Sementara itu, Departemen Kepolisian Queen Creek mengonfirmasi bahwa penyelidikan kasus swatting ini masih berlangsung. Informasi lebih lanjut akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan.
Jadi, pesan moralnya: Jangan pernah macam-macam dengan nenek gamer! Semangat GrammaCrackers membuktikan bahwa kebaikan dan ketegaran hati tidak bisa dihentikan oleh prank sejahat apa pun.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.









