Friday, October 2, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
olympic.or.id
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Login
No Result
View All Result
olympic.or.id
Home Teknologi

Strategi Baru Arm: Tak Lagi Hanya Mendesain, Kini Memproduksi Chip AI Sendiri

felixhendy555@gmail.com by [email protected]
March 27, 2026
in Teknologi
0
AS Tutup Pintu Router Asing Demi Bentengi Infrastruktur dari Serangan Siber
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Olympic.or.id – Siapa sangka, raksasa desain chip asal Inggris, Arm, kini nekat melangkah keluar dari zona nyamannya. Selama lebih dari tiga dekade, perusahaan ini hanya fokus merancang arsitektur chip dan melisensikannya ke produsen lain. Namun, kini mereka secara berani memproduksi chip buatan sendiri. Langkah ini bukan isapan jempol belaka, melainkan sebuah gebrakan yang langsung menyita perhatian industri teknologi global.

Arm AGI CPU

Table of Contents

Toggle
    • CEO Arm Buka Suara: Ini Bukan Sekadar Eksperimen
  • Terkendala Masalah Alignment dan Risiko Bahaya, OpenAI Urungkan Rilis GPT-6.1 Astra
  • Realitas Layanan 5G di Indonesia: Antara Kualitas dan Tantangan Biaya
    • Fokus ke Server, Bukan Ponsel: Strategi Berani Arm
    • Meta dan OpenAI Sudah Antre, Tapi Ada yang Bungkam
    • Masa Depan Chip AI: Persaingan Makin Panas

CEO Arm Buka Suara: Ini Bukan Sekadar Eksperimen

CEO Arm, Rene Haas, dengan tegas mengungkapkan bahwa keputusan strategis ini dipicu oleh lonjakan permintaan komputasi yang luar biasa, terutama dari sektor kecerdasan buatan atau AI. “Ini adalah bisnis baru bagi Arm. Kini, kami memasok prosesor (CPU) buatan sendiri,” ujar Haas dalam pernyataannya yang dikutip dari Wired. Dengan demikian, Mereka tidak lagi sekadar menjadi arsitek di balik layar, melainkan pemain utama yang siap bersaing di kancah yang lebih besar. Selain itu, Arm menegaskan bahwa langkah ini juga muncul sebagai respons atas desakan dari berbagai mitra industri.

Related posts

Terkendala Masalah Alignment dan Risiko Bahaya, OpenAI Urungkan Rilis GPT-6.1 Astra

Terkendala Masalah Alignment dan Risiko Bahaya, OpenAI Urungkan Rilis GPT-6.1 Astra

October 2, 2026
Realitas Layanan 5G di Indonesia: Antara Kualitas dan Tantangan Biaya

Realitas Layanan 5G di Indonesia: Antara Kualitas dan Tantangan Biaya

October 2, 2026

Mereka, menurut Haas, membutuhkan solusi komputasi yang siap pakai untuk menjalankan AI skala besar. Nah, sebagai wujud nyata dari ambisi tersebut, Arm memperkenalkan chip perdananya yang diberi nama Arm AGI CPU. Chip ini didesain secara khusus untuk memenuhi kebutuhan berat AI generatif dan agentic AI—sebuah sistem AI yang mampu bertindak mandiri tanpa campur tangan manusia.

Fokus ke Server, Bukan Ponsel: Strategi Berani Arm

Fungsi utamanya pun tidak main-main. Arm menyasar server berperforma tinggi di pusat data (data center), bukan sekadar perangkat konsumer seperti ponsel atau PC. Dengan fokus ini, Arm AGI CPU diproyeksikan menjadi fondasi komputasi untuk era “agentic AI cloud”. Dalam era tersebut, sistem AI diharapkan berjalan terus-menerus dan saling berkoordinasi secara otomatis. Di sinilah peran CPU menjadi semakin krusial, karena CPU harus mengatur ribuan tugas AI secara paralel dalam waktu singkat, mulai dari pengelolaan memori dan penyimpanan, pengaturan beban kerja, hingga koordinasi interaksi antar agen AI dalam skala besar.

Mari kita bedah spesifikasi teknisnya. Arm AGI CPU dibangun menggunakan proses fabrikasi canggih 3 nanometer (nm) oleh raksasa manufaktur asal Taiwan, TSMC. Chip ini mengemas hingga 136 inti (core) berbasis arsitektur Neoverse V3 dan didesain untuk server rack 1U. Dalam satu konfigurasi server referensi, dua chip dapat digabung dalam satu blade (unit server modular), sehingga total core melonjak menjadi 272 core.

Lebih gila lagi, untuk satu rak data center penuh, jumlah core bisa mencapai lebih dari 8.000 core. Bahkan, dengan sistem pendingin cair skala besar, jumlah core dapat ditingkatkan secara signifikan hingga menyentuh angka 45.000 core. Dari sisi performa, Mereka tidak tanggung-tanggung mengklaim bahwa chip ini mampu menghadirkan kinerja hingga dua kali lipat dibanding CPU berbasis arsitektur x86 dalam beban kerja agentic AI. Namun, bukan cuma soal kecepatan, Arm AGI CPU juga diklaim unggur dalam efisiensi daya (performance per watt).

Klaim ini tentu menjadi nilai jual utama, karena efisiensi daya dapat menekan biaya listrik pusat data secara signifikan. Arm AGI CPU juga dirancang untuk bekerja sama dengan akselerator AI seperti GPU atau NPU yang sudah ada di pasar. Dengan begitu, chip ini akan berfungsi sebagai “orkestrator” yang mengatur aliran data, jaringan, serta koordinasi sistem AI berskala besar.

Meta dan OpenAI Sudah Antre, Tapi Ada yang Bungkam

Mereka menargetkan agar Arm AGI CPU mulai tersedia secara massal pada paruh kedua 2026. Saat ini, chip tersebut sudah dapat dipesan melalui mitra vendor server ternama, seperti Lenovo dan Supermicro. Antusiasme pasar pun terlihat nyata. Meski ini merupakan chip perdana Arm, sejumlah perusahaan teknologi besar telah menyatakan minatnya. Meta menjadi pelanggan utama sekaligus mitra pengembangan awal. Menurut Meta, chip ini bisa menghadirkan platform komputasi yang lebih efisien, meningkatkan kepadatan performa data center, dan mendukung pengembangan sistem AI mereka ke depan. Tak hanya Meta, nama-nama besar lainnya seperti OpenAI, SAP, Cerebras, Cloudflare, hingga perusahaan Korea seperti SK Telecom dan Rebellions juga telah menyepakati penggunaan chip ini dalam infrastruktur mereka.

OpenAI pun menyebut Arm AGI CPU akan berperan penting dalam meningkatkan efisiensi, bandwidth, serta koordinasi sistem AI skala besar yang digunakan oleh ratusan juta pengguna. Dukungan ini menunjukkan bahwa kehadiran Arm di pasar chip AI disambut hangat oleh para pemain industri yang membutuhkan solusi komputasi lebih andal. Namun, di balik gemerlap dukungan, muncul pula dinamika yang menarik. Tidak semua rekan lama Arm secara terbuka mendukung langkah pembuatan chip perdana ini.

Sejumlah pelanggan besar seperti Apple, Nvidia, dan Qualcomm tidak terlihat memberikan dukungan publik. Hal ini pun memicu spekulasi bahwa langkah ini berpotensi menimbulkan ketegangan di industri. Pasalnya, dengan mulai memproduksi chip sendiri, Arm bisa berubah dari mitra menjadi pesaing bagi perusahaan-perusahaan yang selama ini menggunakan desainnya. Situasi ini tentu menjadi tantangan tersendiri yang harus dikelola ke depan.

Masa Depan Chip AI: Persaingan Makin Panas

Dengan keluar dari zona nyaman, mereka menunjukkan betapa besarnya peluang bisnis di pasar chip AI. Besarnya potensi ini bahkan mampu menggoda Arm untuk ikut serta membuat chip sendiri. Ke depannya, perkembangan pasar chip AI untuk data center diperkirakan akan terus tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan komputasi di pusat data global. Dan dengan langkah berani ini, bukan tidak mungkin pesaing baru akan terus bermunculan.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tags: ARMChip
Previous Post

AS Tutup Pintu Router Asing Demi Bentengi Infrastruktur dari Serangan Siber

Next Post

Akhir Perjalanan Sora, AI Video Andalan OpenAI Tak Lagi Beroperasi

Next Post
AS Tutup Pintu Router Asing Demi Bentengi Infrastruktur dari Serangan Siber

Akhir Perjalanan Sora, AI Video Andalan OpenAI Tak Lagi Beroperasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RECOMMENDED NEWS

Mengalahkan Kompetitor AS, Qwen Alibaba Tembus 3 Miliar Unduhan dalam 6 Bulan

Mengalahkan Kompetitor AS, Qwen Alibaba Tembus 3 Miliar Unduhan dalam 6 Bulan

1 month ago
Dua Prosesor Anyar Intel untuk Laptop Gaming: Core Ultra 9 290HX Plus dan Core Ultra 7 270HX Plus

Dua Prosesor Anyar Intel untuk Laptop Gaming: Core Ultra 9 290HX Plus dan Core Ultra 7 270HX Plus

7 months ago
Layar 13,2 Inci dan RAM 12 GB, OnePlus Pad 4 Resmi Meluncur dengan Dua Pilihan Warna

Kepatuhan pada PP Tunas, Roblox Mulai Terapkan Verifikasi Usia di Indonesia

5 months ago
Qualcomm Luncurkan 2 Prosesor Baru untuk Ponsel Entry-Level

Qualcomm Luncurkan 2 Prosesor Baru untuk Ponsel Entry-Level

10 months ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

Acer ai Aplikasi apple Asus chatgpt china Chip Elon musk gadget game gemini google hacker honor hp huawei infinix instagram iphone Komdigi laptop lenovo meta Microsoft Motorola nvidia openai oppo Realme robot rog samsung smartphone Smartwatch sony tablet Teknologi tiktok TWS vivo wa whatsapp xiaomi Youtube

Partner Kita

aatoto

Mposakti

MOTOSLOT

POPULAR NEWS

  • Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    Axios Jadi Gerbang Masuk Malware, Pengembang Windows dan Apple Diminta Segera Update

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukungan Quick Share ke AirDrop Melebar, Tak Hanya untuk Perangkat Google Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Toko Online Paling Sering Diakses di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fitur ‘Teman Dekat’ Sedang Diuji di WhatsApp, Cara Baru Batasi Penonton Status

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Translate Halaman Web di Google Chrome PC, Begini Caranya!!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
slot777 Mengupas Rahasia RTP dan Volatilitas di Game PG Soft Dari Mahjong Ways sampai Wild Bandito Evolusi Mekanik Slot PG Soft Kenapa PG Soft sering Pakai Tema Asia Analisis Desain DAN Budaya Anatomi Slot PG Soft Simbol Payline dan Cara Membaca Paytable Fitur Buy FREE Spins Untung Risiko dan Matematika Di Baliknya PG Soft vs Pengembang Lain Kelebihan dan Kekurangan dari Sisi UIUX Mitos vs Fakta Pola Gacor Jam Hoki dan RNG di Game PG Soft Desain Audio Visual PG Soft Kenapa Game Mereka Terasa Lebih Hidup Tren Slot 2025 Pelajaran dari Rilis Terbaru PG Soft Dampak PG Soft bagi Industri Kreatif Digital dan Ekosistem Game Membaca Bahasa Visual PG Soft Warna Tipografi dan Ikon yang Jadi Identitas Psikologi Tombol Spin Rahasia UX PG Soft dalam Menjaga Rasa Penasaran Lebih dari Sekadar Slot Worldbuilding dan Narasi Karakter di Game PG Soft Strategi sekuel Dan Spin Off mengapa PG Soft rajin Merilis VERSI Baru Slot di Layar Kecil Optimasi Mobile dan Performa Teknis PG Soft Di Balik Layar Produksi Riset Prototyping dan Quality Control Game PG Soft Branding PG Soft Membangun Identitas di Tengah Persaingan Developer Slot Regulasi vs Kreativitas Bagaimana Aturan Tiap Negara Membentuk Desain PG Soft Ekosistem Fitur Scatter Multiplier dan Mekanik Bertingkat ala PG Soft Masa Depan PG Soft AI Personalisasi dan Inovasi Slot Generasi Berikutnya Mengenal PG Soft Dari Mahjong Ways hingga Fortune Tiger Apa yang Bikin Populer 10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran Mahjong Ways vs Wild Bandito Duel Slot PG Soft Paling Ikonik Di Balik layar PG Soft Rahasia Animasi HALUS Dan Fitur Bonusnya Daftar Game pg SOFT Bertema Asia Yang WAJIB Diketahui Penggemar Slot Fortune Tiger Lucky Neko Caishen Wins Deretan Slot PG Soft Bernuansa Keberuntungan Kenapa PG Soft Banyak Diminati 5 Alasan Dari GRAFIS Fitur Sampai Mekanisme Treasures of Aztec hingga Ganesha Fortune Jelajah Tema Budaya di Game PG Soft Panduan Santai Memahami Fitur Free Spin dan Multiplier di Game PG Soft PG Soft Paling Legendaris 7 Judul yang Punya tempat Di HATI Pemain PG Soft dan Seni Bikin Slot Nagih Rahasia di Balik Spin yang Susah Dihentikan Dari Layar HP ke Dunia Fantasi Kenapa Slot PG Soft Terasa Seperti Main Game Premium Membedah Pola Visual PG Soft Warna Simbol dan Efek yang Bikin Mata Betah Slot PG Soft untuk Pemula 8 Judul Ramah Dimainkan dengan Tampilan Friendly Ketika Tradisi Bertemu Teknologi Cara PG Soft Mengangkat Cerita Rakyat ke Slot Modern PG Soft vs Slot Klasik Apa yang Membuat Generasi Baru Lebih Pilih Slot 3D 7 Slot PG Soft dengan Sound Effect Paling Epik Bikin Suasana Makin Tegang Bukan Cuma Jackpot Daya Tarik Cerita dan Karakter di Game PG Soft PG Soft dan Tren Slot Mobile Judul Judul Ringan yang Cocok Dimainkan Santai Jejak Inovasi PG Soft Dari Mekanisme Sederhana ke Fitur Bonus Super Kompleks
olympics

Follow us on social media:

Recent News

  • Honor Rilis Dua Ponsel Flagship Magic 9 Series, Bawa Fitur Fotografi Canggih dan Daya Tahan Ekstrem
  • Terkendala Masalah Alignment dan Risiko Bahaya, OpenAI Urungkan Rilis GPT-6.1 Astra
  • Bawa Racikan Kamera ARRI, Honor Magic 9 Pro Max Resmi Debut dengan Baterai Jumbo

PARTNER KITA

AATOTO Link Alternatif aatoto login

Category

  • AI
  • Aplikasi
  • Berita
  • e-Business
  • Gadget
  • Games
  • hardware
  • Pendidikan
  • Review
  • Teknologi
  • tutorial
  • Uncategorized

Recent News

Honor Rilis Dua Ponsel Flagship Magic 9 Series, Bawa Fitur Fotografi Canggih dan Daya Tahan Ekstrem

Honor Rilis Dua Ponsel Flagship Magic 9 Series, Bawa Fitur Fotografi Canggih dan Daya Tahan Ekstrem

October 2, 2026
Terkendala Masalah Alignment dan Risiko Bahaya, OpenAI Urungkan Rilis GPT-6.1 Astra

Terkendala Masalah Alignment dan Risiko Bahaya, OpenAI Urungkan Rilis GPT-6.1 Astra

October 2, 2026
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 Olympic.or.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Aplikasi
  • Games
  • Pendidikan
  • Teknologi

© 2025 Olympic.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In